BPBD Serahkan Kasus Kebakaran Misterius di Sleman ke Polisi: Tak Ada Gas Alam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro saat di lokasi rumah yang puluhan lali kebakaran misterius di Seyegan, Kabupaten Sleman, Selasa (2/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro saat di lokasi rumah yang puluhan lali kebakaran misterius di Seyegan, Kabupaten Sleman, Selasa (2/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

BPBD Kabupaten Sleman menyimpulkan tidak ada faktor gas alam dalam kasus kebakaran misterius di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian dari berbagai instansi seperti UGM, UPN, hingga BPPTKG.

"Masing-masing dari peneliti menggunakannya alat, ada yang menggunakan geomagnetic, geothermal, kemudian dengan drone, kemudian juga dengan geolistrik juga. Masing-masing sudah menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan langsung munculnya api itu dengan adanya gas alam yang ada di sana," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro kepada wartawan di Sleman, Senin (15/6).

Bambang mengatakan kandungan gas metana hingga fosfin di bawah ambang batas untuk menimbulkan api.

Pemkab Sleman menyerahkan penyelidikan kasus ini kepada kepolisian.

"Jadi memang karena dari akademisi sudah, para ahli semua, ditanyakan ke teman-teman dari rekan UGM, yang diterjunkan profesor ada 9, dari UPN profesornya 2, belum doktornya itu tak terhitung, itu temuannya sama, tidak ada hubungan langsung adanya gas alam," katanya.

"Kita ke Kapolresta terkait dengan apa yang terjadi," ujarnya.

Rumah yang terbakar misterius puluhan kali di Seyegan Sleman. Update terkini kebakaran terjadi 81 kali termasuk di ruko yang berada di sisi utara rumah, Selasa (2/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Bambang mengatakan mengenai penyebab kebakaran ini selanjutnya akan diselidiki Satreskrim Polresta Sleman.

Termasuk apakah ada faktor kesengajaan dari kebakaran ini nanti akan ditelusuri kepolisian.

"Nanti itu dari pihak kepolisian yang akan membuktikan. Kita tidak bisa menyampaikan hal itu," kata Bambang.

Dengan turunnya Reskrim, diharapkan bisa segera diketahui penyebab pasti kebakaran.

"Untuk mengetahui apa itu penyebab sebetulnya fenomena apakah rumah api, ada apa, teror api atau apa, tapi pasnya seperti apa nanti kita juga tahunya nanti dari rekan kepolisian yang menyampaikan hasil penyelidikannya," ujarnya.

126 Kali Kemunculan Api

Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Bambang mengatakan sejak 23 Mei hingga 13 Juni kemarin total ada 126 kali kejadian kebakaran.

"Terakhir adalah Sabtu malam ya, ada sekali," katanya.

Kata Kepolisian

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan sejak awal kemunculan kasus ini, polisi sudah turun dari fungsi Samapta, Binmas, hingga Gegana.

Kini, Satreskrim juga turut menyelidiki berdasarkan hasil penelitian para ahli dan temuan di lapangan.

"Apakah itu nanti ada unsur pidana atau tidak, tentunya kami akan melakukan penyelidikan dari hasil-hasil yang sudah dikeluarkan oleh baik para ahli ataupun dari dinas-dinas terkait," kata Wiwit.

"Ada beberapa bahan-bahan yang sudah dari ahli langsung, dari rekan-rekan BPBD yang sudah kami dapatkan. Dan itu nanti apakah menjadi alat bukti atau tidak, apakah nantinya ini akan berkembang menjadi suatu penegakan hukum atau tidak, itu akan kami dalami lebih lanjut," ujarnya.

Wiwit mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada pencarian fakta-fakta.

"Fakta-fakta apakah fakta ini nanti akan membawa kita ke mana. Jadi, kita mengumpulkan fakta yang ada di lapangan dan tentunya ada data dukung yang diberikan, yang disampaikan Pak Bambang tadi itu untuk membantu kami mengumpulkan fakta apa yang sebenarnya terjadi," katanya.

Sebelumnya BPBD juga memasang CCTV di rumah tersebut. Wiwit mengatakan CCTV dipasang untuk mencari atau mengetahui sumber api. Selain itu untuk pengamanan aset pemilik rumah dan lingkungan.

"Dalam hal ini makanya dari rekaman CCTV itu kami akan melakukan penelitian juga nanti, apakah ada hal-hal yang di luar fenomena itu. Itu kami masih akan kumpulkan sehingga fakta akan terungkap setelah ini," pungkasnya.