Cerita Ahli Kunci Bantu Polisi Bongkar Brankas Isi 74 Kg Emas

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, terkait tiga perkara dugaan korupsi pada Rabu (8/7).
Dalam penggeledahan itu ditemukan sebuah brankas, di dalamnya ada tujuh koper berisi 74 kilogram emas batangan, uang tunai dalam mata uang asing, hingga rupiah dengan nilai total ditaksir mencapai Rp 476 miliar.
Brankas itu memiliki sistem keamanan berlapis. Penyidik sampai meminta bantuan ahli kunci untuk menjebolnya.
Ahli kunci itu bernama Roy. Dia menggunakan mesin gerinda untuk membuka paksa brankas. Proses pembongkaran berlangsung sekitar 15 menit.
"Saya ditelepon Polres Bogor, diminta datang membantu bongkar brankas," ujar Roy kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Setibanya di lokasi, Roy mendapati brankas tersebut bukan brankas biasa. Menurutnya, harga brankas itu diperkirakan lebih dari Rp 20 juta dengan sistem pengaman ganda berupa kunci kombinasi putar dan kunci manual.
Materialnya pun menggunakan baja dua lapis sehingga sulit ditembus. Karena mekanisme pengamanannya tidak bisa dibuka secara normal, penyidik akhirnya memutuskan menjebol pintu brankas menggunakan mesin gerinda.
"Langsung digerinda. Kurang lebih 15 menit sudah terbuka," ucapnya.
Roy juga mengungkapkan, brankas itu dikamuflase di balik lemari pada salah satu kamar di lantai dua rumah. Pintu brankas tersebut ternyata bukan menuju kotak penyimpanan, melainkan sebuah ruang tersembunyi berukuran sekitar 1,5 meter.
"Itu bukan brankas besi biasa, pintunya menyatu dengan tembok, di belakangnya ada ruangan, saya sempat melihat ada koper dari luar, tapi tidak masuk ke dalam," katanya.
Rumah di Sentul merupakan salah satu dari 12 lokasi yang digeledah penyidik dalam penyidikan dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait perkara batu bara, PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Selain uang dan emas, penyidik juga menyita sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.
