Cerita Penjaga Perlintasan KA di Yogya Selamatkan Pria yang Hendak Akhiri Hidup
·waktu baca 2 menit

Catatan Redaksi:
Mengakhiri hidup adalah persoalan serius yang berkaitan dengan kesehatan mental. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi tenaga profesional atau layanan kesehatan terdekat.
Petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL) 350 Baciro, Kota Yogyakarta, bernama Subambang menyelamatkan seorang pria yang diduga hendak mengakhiri hidup dengan menghadang kereta api di rel perlintasan, Senin (4/5) lalu.
Peristiwa itu terjadi saat Subambang sedang menutup palang perlintasan untuk perjalanan kereta dari arah barat. Di tengah aktivitasnya, seorang pria tiba-tiba datang ke pos penjagaan sambil berbicara tidak jelas dan terlihat gelisah.
Pria tersebut kemudian menitipkan secarik kertas berisi nomor WhatsApp dan nama istrinya kepada Subambang melalui jendela pos. Tak lama setelah itu, pria tersebut berlari menuju tengah rel ketika kereta api hendak melintas.
“Dia ngasih kertas di jendela sini, ada nomor WA sama nama istrinya. Terus saya ke depan, dia malah lari ke tengah rel,” kata Subambang saat ditemui Pandangan Jogja, Sabtu (9/10).
Curiga dengan gerak-gerik pria tersebut, Subambang langsung mengejar dan menyeret pria itu menjauh dari rel meski kereta sudah semakin mendekat.
Ia juga meminta bantuan pengguna jalan untuk memegangi pria tersebut sebelum kembali mengatur perlintasan kereta.
“Saya tarik, saya angkat, terus saya minta tolong pengguna jalan untuk memegang orangnya. Saya kembali ke sini, tetap harus melayani perlintasan,” ujarnya.
Subambang mengaku baru pertama kali menghadapi kejadian serupa selama sekitar 12 tahun bertugas sebagai penjaga palang kereta. Ia berharap masyarakat tidak memendam persoalan sendirian dan mau bercerita kepada orang terdekat saat menghadapi masalah.
