Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cherrypop 2026 Dihadiri 30.000 Penonton, Catat Kenaikan dari Tahun Lalu

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gelaran Cherrypop 2026, di Kawasan Candi Prambanan. Foto: Dok: The Joblogs/Cherrypop.
zoom-in-whitePerbesar
Gelaran Cherrypop 2026, di Kawasan Candi Prambanan. Foto: Dok: The Joblogs/Cherrypop.

Festival musik Cherrypop 2026 mencatat 30.000 penonton selama dua hari penyelenggaraan pada 22-23 Agustus 2026 di kawasan Candi Prambanan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu yakni 28.000 penonton.

Sebanyak 11.000 penonton hadir pada hari pertama, angkanya meningkat menjadi 19.000 penonton di hari kedua festival.

Tren kenaikan jumlah penonton ini menjadi salah satu indikator tingginya animo terhadap festival musik di Yogyakarta, di tengah semakin padatnya kalender festival serupa di berbagai kota.

Gelaran Cherrypop 2026, di Kawasan Candi Prambanan. Foto:Cherrypop.

Bagi event yang digelar tahunan seperti Cherrypop, jumlah kunjungan juga menjadi salah satu tolok ukur keberlanjutan acara sekaligus menunjukkan potensi pergerakan ekosistem ekonomi kreatif yang terlibat, mulai dari talent dan vendor hingga sektor pendukung di sekitar kawasan Prambanan.

Tahun ini, Cherrypop menghadirkan 65 penampil yang terbagi dalam empat panggung selama dua hari. Sejumlah penampil yang hadir antara lain The Adams, Sal Priadi, MALIQ & D’Essentials, Reality Club, Statelines, Afterhours, Untu, Lipstik Lipsing, Moctar, Loomers, Domikados, Orkes Pensil Alis, Domapine, The Bunbury, dan Noire.

Creative Director Cherrypop, Arsita Pinandita, menyebut suksesnya penyelenggaraan festival tidak hanya diukur dari hal-hal yang berjalan lancar, melainkan juga dari pengalaman orang-orang yang hadir.

instagram embed

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan dan keluhan selama penyelenggaraan. Semua aspek itu menjadi catatan bagi penyelenggara untuk mengevaluasi pelaksanaan festival.

“Kekurangan dan keluhan tentu ada. Kami tak marah, sebab semuanya merupakan energi yang harus dibayar dengan perbaikan. Sedangkan yang disebut kelebihan, bagi kami, ialah kebahagiaan siapa pun yang hadir di Cherrypop,” kata Arsita lewat unggahan di akun Threads, Senin (24/8).

Capaian 30.000 penonton, menurutnya, menunjukkan bahwa Cherrypop masih memiliki daya tarik yang kuat setelah lima kali penyelenggaraan. Pertumbuhan jumlah pengunjung berjalan beriringan dengan pekerjaan rumah bagi penyelenggara untuk memperbaiki berbagai kekurangan dan keluhan, agar festival ini dapat terus berkembang pada penyelenggaraan berikutnya.