Daftar Negara yang Menganut Asas Ius Sanguinis dan Ius Soli

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap negara memiliki asas tersendiri untuk menentukan kewarganegaraan penduduknya. Sebagai contoh, Indonesia merupakan negara yang menganut asas ius sanguinis. Selain Indonesia, negara apa saja yang menganut asas ius sanguinis?
Penentuan kewarganegaraan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kewarganegaraan mampu mewujudkan hubungan atau ikatan antara penduduk dengan negara yang ditempatinya.
Kewarganegaraan sendiri dapat diartikan menjadi dua hal, yakni:
Secara yuridis, kewarganegaraan ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang-orang dengan negara.
Secara sosiologis, kewarganegaraan bukan ditandai dengan hukum, melainkan ikatan emosional seperti ikatan perasaan, nasib, keturunan, sejarah, dan tanah air.
Dari pengertian di atas, terciptalah sebuah asas kewarganegaraan yang digunakan untuk menentukan status setiap penduduk yang mendiami suatu negara, agar tercipta kehidupan yang bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.
Menurut Modul PPKn Kelas X terbitan Tim Kemdikbud Ristek, asas kewarganegaraan adalah dasar berpikir untuk menentukan masuk tidaknya seseorang dalam golongan warga negara dari suatu negara. Asas yang biasa dipakai untuk menentukan kewarganegaraan seseorang ada dua, yakni asas ius sanguinis dan asal ius soli.
Lantas, apa sebenarnya maksud dari asas ius sanguinis? Negara mana saja yang menganut asas ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak pembahasan berikut.
Pengertian Asas Ius Sanguinis
Ius sanguinis atau jus sanguinis merupakan bahasa Latin yang memiliki arti "asas keturunan" atau "hak untuk darah/pertalian darah".
Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan karya Dr. Susilawati, M.A., M.Han dkk., asas ius sanguinis adalah dasar kewarganegaraan seseorang yang ditentukan berdasarkan keturunan orang yang bersangkutan.
Contohnya, seseorang dilahirkan di negara Indonesia, sedangkan orang tuanya berkewarganegaraan Belanda. Secara keturunan atau pertalian darah, orang tersebut dinyatakan sebagai warga negara Belanda. Sebagai informasi, Belanda merupakan sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis.
Jadi, berdasarkan asas ius sanguinis ini, kewarganegaraan anak selalu mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, tanpa harus memperhatikan di mana seseorang itu lahir.
Hal ini berbeda dengan asas ius soli yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahirannya. Itulah mengapa, kewarganegaraan seseorang tidak terpengaruh oleh kewarganegaraan orang tuanya, karena yang menjadi patokan adalah tempat kelahirannya.
Biasanya, negara penganut asas ius soli memiliki tujuan untuk bisa menambah jumlah penduduk di negara tersebut. Lain halnya dengan negara penganut asas ius sanguinis yang bertujuan untuk melestarikan dan mempertahankan keturunan bangsa tersebut.
Negara yang Menganut Asas Ius Sanguinis dan Ius Soli
Setelah memahami pengertian asas ius sanguinis, dapat disimpulkan bahwa negara yang menganut asas ini akan mengakui seseorang sebagai warga negaranya, jika orang tersebut lahir dari orang tua yang berasal dari negara tersebut (dilihat dari keturunannya).
Dihimpun dari Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang ditulis oleh Dra. Vipti Retna Nugraheni, M.Ed., contoh negara yang menerapkan asas ius sanguinis sebagai penentu kewarganegaraan, di antaranya meliputi:
Spanyol
Korea Selatan
Italia
Polandia
Malaysia
Lebanon
Inggris
Rusia
Brunei Darussalam
Turki
India
Belgia
Findalndia
Jerman
Filipina
Portugal
Swedia
Belanda
Yunani
Republik Rakyat Cina atau RRC
Jepang
Bersumber dari laman resmi milik Merriam Webster, penerapan asas ius sanguinis ini menguntungkan bagi negara daratan seperti Tiongkok.
Seperti diketahui, Tiongkok tidak menetap di suatu wilayah negara tertentu. Namun, seseorang yang lahir negara ini, tetap dianggap sebagai warga negaranya berdasarkan keturunan, meskipun lahir di tempat lain (negara tetangga).
Lantas, bagaimana dengan negara-negara yang menganut asas ius soli? Bentuk negara yang menganut asas ius soli kebanyakan terletak di bagian belahan barat bumi, seperti negara-negara di benua Amerika.
Menyadur dari buku Ikhtisar dalam Memahami Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karya Drs. H. Abdul Kabir, M.Si.,, inilah daftar negara penganut asas ius soli:
Antigua dan Barbuda
Argentina
Barbados
Belize
Brasil
Kanada
Chad
Chile
Kuba
Dominika
Ekuador
El Salvador
Fiji
Grenada
Guatemala
Guyana
Honduras
Jamaika
Lesotho
Meksiko
Pakistan
Panama
Paraguay
Peru
Saint Kitts dan Nevis
Saint Lucia
Saint Vincent dan Grenadines
Uruguay
Venezuela
Namun, ternyata beberapa negara lain menerapkan prinsip ius soli dengan persyaratan. Negara yang dimaksud antara lain:
Republik Dominika, negara ini hanya memberikan hak kewarganegaraan, jika orang tua bayi tinggal di negara itu secara legal.
Malaysia memberi hak kewarganegaraan bagi bayi yang baru lahir di wilayahnya, dengan syarat orang tuanya harus memiliki izin tinggal secara permanen.
Australia, Kolumbia, dan Irlandia termasuk negara menganut prinsip ius soli dengan persyaratan tertentu.
Baca Juga: Pengertian Hak untuk Memilih Suatu Kewarganegaraan
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu asas ius sanguinis?

Apa itu asas ius sanguinis?
Asas ius sanguinis adalah penentuan kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. Sebagai contoh penerapan asas ius sanguinis, yakni seseorang yang dilahirkan di negara A, sedangkan orang tuanya berkewarganegaraan negara B, maka ia adalah warga negara B.
Apa pengertian kewarganegaraan?

Apa pengertian kewarganegaraan?
Kewarganegaraan adalah hubungan antarindividu dengan suatu negara yang menjamin diberikannya hak-hak dan kewajiban individu itu sendiri secara hukum internasional.
Apa itu warga negara?

Apa itu warga negara?
Warga negara adalah penduduk suatu negara atau bangsa yang didasarkan pada keturunan, tempat kelahiran, dan lain sebagainya. Mereka memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai warga dari negara tersebut.
