Dinkes DKI: Hantavirus yang Ditemukan di Jakarta Beda dengan Kasus yang di Kapal
·waktu baca 2 menit

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memastikan hantavirus yang ditemukan di Jakarta berbeda varian dengan yang menjadi sorotan internasional menyusul kasus di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde.
Ani menegaskan, di Indonesia sendiri hantavirus bukan virus baru dan sudah dipantau setiap tahun.
“Hantavirus sebetulnya virus lama ya, itu bukan virus baru. Sudah dimonitor terus sebenarnya setiap tahun,” ujar Ani kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5).
Penularan hantavirus, kata Ani, berasal dari tikus melalui air liur, air seni, dan kotorannya yang terkontaminasi, baik lewat kontak langsung maupun debunya yang terhirup manusia.
“Penularannya melalui tikus, air liur, air seni, kotoran tikus, yang terkontaminasi ke manusia atau kemudian debunya terhirup oleh manusia,” katanya.
Ani menambahkan, dari banyak varian hantavirus yang ada, hanya varian Andes yang terbukti menular antar manusia. Varian itulah yang tengah menjadi perhatian internasional dalam kasus MV Hondius. Namun Ani memastikan varian Andes tidak ada di Indonesia.
“Yang menular antar-manusia hanya satu varian sampai saat ini dari penjelasan WHO hanya yang Andes, yang ditemukan di Amerika Selatan. Dan Andes sampai sejauh ini, tidak ada di Indonesia. Jadi yang ada di kita masih yang menularnya dari vektornya dari tikus ke manusia,” jelasnya.
Ani meminta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada. Ia mengimbau penerapan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat berada di tempat yang berpotensi terdapat tikus, serta melakukan pengendalian populasi tikus.
“Yang penting sebetulnya tidak perlu panik tapi waspada. Harus cuci tangan, pakai masker ketika memang kita perkirakan kita ada di tempat-tempat yang berisiko, memakai pengaman ketika melakukan aktivitas dan kemudian mungkin nanti berikutnya, bagaimana kita melakukan pengendalian terhadap tikus,” kata Ani.
Sebelumnya diberitakan, Hantavirus jenis Andes merebak di sebuah kapal pesiar MV Hondius milik Oceanwide Expeditions di Samudra Atlantik. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terinfeksi.
