Dokter Curiga soal Kondisi YTR saat Dibawa ke RS: Tak Mau Cerita, Ngaku Jatuh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Sakit Umum Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Sakit Umum Pusat dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/Antara

Direktur Utama (Dirut) RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rachin Dinata Marsidi, mengungkapkan dokter di rumah sakitnya sempat curiga atas kondisi YTR. Kecurigaan timbul karena korban dugaan penyekapan dan penganiayaan itu tak pernah bercerita.

"Pasien ini datang pada malam hari kurang lebih kita masuk sampai jam 1 malam. Memang betul dokter kami curiga pasien ini gak pernah ditanya menceritakan apa yang dia rasakan," kata Rachin saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6).

Saat ditanya oleh dokter, kata Rachin, korban sempat mengaku sakit akibat terjatuh di wastafel.

"Kenapa curiga? Karena beliau maksudnya itu kayak mengarang gitu, jatuh satu bulan yang lalu gak pakai kaca mata terus jatuh ke wastafel. Tapi kenapa nggak dibawa ke rumah sakit itu tidak pernah mengaku," ucapnya.

Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Atas kecurigaan tersebut, pihak rumah sakit akhirnya memanggil kakak korban. Akhirnya, YTR baru berani mengaku menjadi korban penganiayaan.

"Nah karena kami curiga, kemudian beliau itu baru bisa mau mengatakan setelah kakaknya ada di situ. Jadi mungkin ada rasa ketakutan mungkin ada. Karena itu maka dokter kami curiga. Makanya kami melaporkan," kata dia.

Kini, polisi telah mengamankan Taufik Hidayat, pelaku yang diduga menjadi pelaku penganiayaan YTR. Taufik kini juga telah ditahan polisi.