Hadiri Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Nostalgia Ikut Pramuka dari SD-SMA

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Dok. Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9).

Di hadapan ribuan peserta, jenderal bintang empat ini bernostalgia tentang kedekatan emosionalnya dengan Gerakan Pramuka yang telah ia ikuti sejak bangku sekolah dasar.

Menyapa ribuan pelajar dan santri dengan panggilan akrab “adik-adik Pramuka”, Sigit mengungkapkan bahwa pembentukan mental dan karakternya tidak lepas dari tempaan kegiatan kepanduan di masa sekolah.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kenang Sigit yang disambut riuh tepuk tangan peserta kemah.

Menurut Sigit, keputusannya dan generasi muda saat ini untuk memilih bergabung dalam Gerakan Pramuka adalah langkah yang tepat dalam mempersiapkan masa depan. Ia menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar wadah berkumpul atau berkegiatan di luar ruangan, melainkan ruang pembinaan strategis yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kemandirian, gotong royong, kedisiplinan, serta empati sosial.

Ia bahkan mencontohkan bahwa di institusi kepolisian, banyak perwira tinggi dan pejabat utama yang dulunya merupakan anggota Pramuka aktif. Nilai-nilai kepanduan tersebut terbukti menjadi modal penting saat menapaki jenjang karier profesional dan mengabdi di tengah masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membagikan kenangan masa mudanya saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Dok. Polri

Kendati demikian, Sigit menggarisbawahi bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda hari ini jauh lebih kompleks dibandingkan zamannya dulu. Arus deras kemajuan teknologi dan kehadiran media sosial menuntut anak muda memiliki benteng moral yang kuat agar tidak terseret dampak negatif dunia digital.

“Kemajuan teknologi harus digunakan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” kata mantan Kabareskrim Polri tersebut.

Pada saat yang sama, Sigit memperingatkan para peserta untuk menjauhi berbagai perilaku destruktif yang berpotensi merusak masa depan. Ia menyoroti maraknya ancaman judi online (judol), penyalahgunaan narkotika, tawuran antar-pelajar, keterlibatan kelompok geng kriminal, hingga penyebaran paham radikal dan konten negatif di ruang digital.

Di sisi lain, Sigit secara khusus mengapresiasi dedikasi anggota Pramuka yang selalu hadir di garda depan pelayanan publik. Ia mencatat peran nyata Pramuka yang kerap turun membantu pengamanan operasi mudik lebaran, penanganan bencana alam, hingga aksi sosial kemasyarakatan.

“Saya salut karena pada saat yang lain libur, kalian semua adik-adik Pramuka justru hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut melayani masyarakat. Ini adalah semangat yang luar biasa dan harus terus dijaga,” tegas Sigit.

Ia turut mendorong para anggota kepanduan menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—dengan membiasakan tindakan konkret menjaga kelestarian lingkungan, menanam pohon, serta mengelola sampah di lingkungan masing-masing.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri membuka pintu selebar-lebarnya untuk menjadi sahabat generasi muda dalam meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap untuk mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pungkasnya.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 ini sendiri diikuti 5.499 peserta, yang mencakup 3.957 anggota Pramuka, perwakilan OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, serta jajaran guru dan tokoh pengurus PUI dari berbagai wilayah.