Jemaah Haji Tak Perlu Khawatir, Koper di Pesawat Bisa Diambil Langsung di Hotel
ยทwaktu baca 2 menit

Sejumlah jemaah haji Indonesia masih menanyakan perihal koper mereka setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Mereka khawatir koper tersebut tertinggal atau tercecer sebab tidak mereka bawa secara langsung.
Namun jangan khawatir, koper-koper itu langsung dikirimkan oleh petugas ke hotel masing-masing jemaah. Jemaah bisa bertemu lagi dengan koper mereka di hotel tempat mereka menginap.
"Kami bersiap mendistribusikan koper ini dari bandara ke tangan jemaah di hotel mereka di wilayah Makkah," kata Petugas Bagasi Daker Bandara PPIH Arab Saudi Muhammad Riza Fahlevi di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Rabu (13/5).
Riza pun menjelaskan alur distribusi koper jemaah haji Indonesia dari bandara ke hotel. Ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan untuk memastikan koper jemaah diterima dalam kondisi baik.
Koper-koper jemaah biasa dikeluarkan setelah semua jemaah telah keluar dari zona kedatangan. Tim bagasi daker bandara bersiaga untuk menyambut barang bawaan jemaah tersebut.
Ada jemaah yang juga membawa sejumlah perlengkapan lain seperti tongkat dan kursi roda lipat dari Tanah Air. Peralatan itu tak luput dari pantauan petugas haji daker bandara.
"Setelah koper dan beberapa perlengkapan jemaah keluar, kita harus pastikan apakah masih ada (koper) yang tertahan di dalam," ujarnya.
Tim bagasi kemudian mencocokkan kesesuaian jumlah koper dengan manifes. Mereka juga mengecek apakah ada koper jemaah yang mengalami kerusakan.
Data-data tersebut dicatat dan dilaporkan secara berkala. Tim bagasi sekaligus bertugas memastikan koper jemaah diperlakukan dengan baik ketika proses penghitungan, pemindahan, dan distribusi berlangsung.
"Kami memastikan koper jemaah diangkat dan diturunkan dengan baik, tidak dibanting," ujarnya.
Perbedaan di Bandara Madinah dan Jeddah
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir mengungkapkan, penanganan koper di Bandara Madinah dan Jeddah sedikit berbeda. Di Madinah, koper jemaah ditempatkan pada satu ruang khusus kargo dan bagasi. Sedangkan di Jeddah, koper jemaah akan langsung dikeluarkan melalui zona kedatangan jemaah.
"Sehingga perlu ditempatkan satu petugas sebagai penghubung untuk mengetahui bagasi jemaah akan di-drop di area mana, antara B sampai E," katanya.
Pengangkutan koper keluar gate dilakukan secara manual menggunakan troli besar. Hal ini sekaligus menekan risiko koper terjatuh dan rusak.
Setelah melalui penyinkronan data, koper kemudian didistribusikan ke hotel jemaah.
"Pengangkutan dari Jeddah ke Makkah tetap menggunakan truk kontainer oleh syarikah," kata Basir.
