JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo di Istana, Bahas Green Energy-Perdamaian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas upaya memperkuat ketahanan energi nasional hingga perkembangan situasi perdamaian di sejumlah negara.

JK mengatakan dirinya bersama putranya, Solihin Kalla bertemu dengan Presiden Prabowo yang didampingi Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet. Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan peningkatan kapasitas energi nasional guna mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami saya dengan Solihin berbicara lama dengan Bapak Presiden didampingi juga oleh Pak Setneg dengan Pak Seskab untuk meningkat kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi," kata JK kepada wartawan usai pertemuan.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan pasokan energi yang jauh lebih besar untuk menopang target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Karena itu, pembangunan infrastruktur energi dinilai menjadi hal yang sangat penting.

"Kita siap untuk, kita sudah membangun 1.500 Mega PLTA, ini kita siap membangun lagi 2.000 Mega termasuk juga PLTG. Jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5‐6% sampai 8% itu butuh energi luar biasa banyaknya, karena itu tanpa energi itu kita akan sulit untuk meningkatkan itu," ujarnya.

Presiden Prabowo menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

JK menyebut Presiden Prabowo menyetujui percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau atau green energy, sebagai salah satu penopang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya green energy untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sampai disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8%," kata JK.

"Yang sekarang 5‐6 sampai 8, karena itu butuh energi yang yang kuat seperti itu," sambungnya.

Selain sektor energi, JK mengatakan pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu internasional, terutama terkait upaya perdamaian di beberapa kawasan yang tengah menghadapi konflik.

"Ah itulah yang kita sampaikan di samping juga membicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara kayak Thailand dan di Afghanistan dengan Pakistan. Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu," tutur JK.