Kabasarnas: Operasi SAR Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Selesai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengamati kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengamati kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Kepala Basarnas, Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, mengungkapkan operasi SAR terhadap kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur telah selesai dilaksanakan hari ini, Selasa (28/4). Korban terbanyak adalah perempuan.

"Kita telah menyelesaikan operasi SAR kurang dari 12 jam sejak tadi malam," kata Syafii di Stasiun Bekasi Timur.

Syafii menuturkan, tidak ada lagi korban yang terjebak dalam gerbong KRL.

Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Pihaknya tidak langsung menarik lokomotif, tapi mengevakuasi korban terlebih dahulu untuk menghindari risiko yang lebih besar.

"Sempat dipertanyakan lokomotif tak langsung ditarik. Pada saat itu ada lima korban masih terjepit dan kami melaksanakan ekstrikasi sehingga korban bisa diselamatkan tanpa berdampak lebih berat," jelasnya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat jumpa pers update penanganan kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui data korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.