KAI Daop 1 Sudah Tutup 33 Perlintasan Liar: Bahayakan Warga & Perjalanan KA

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta telah menutup 33 perlintasan liar yang dinilai membahayakan masyarakat maupun perjalanan kereta api. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari program prioritas keselamatan perjalanan kereta.
Hal itu disampaikan Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, merespons dua insiden yang melibatkan Commuter Line pada Kamis (20/8). Dalam dua kejadian di dua lokasi tersebut, dua orang meninggal dunia.
"SesuaI program prioritas, KAI Daop 1 Jakarta sudah melakukan penutupan 33 perlintasan liar yang membahayakan masyarakat maupun perjalanan KA," kata Franoto kepada kumparan, Jumat (21/8).
Dua insiden terjadi di lintas Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang pada Kamis pagi.
Insiden pertama melibatkan Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota yang menabrak seorang pria lanjut usia berinisial ISH (80). Peristiwa terjadi di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 06.50 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, ISH sebelumnya terlihat berjalan di sekitar pinggir rel. Saat Commuter Line melintas dari arah Bogor menuju Jakarta, korban terserempet dan meninggal dunia di lokasi.
Insiden kedua terjadi di lintas Duri-Tangerang. Commuter Line No. 1914A relasi Duri-Tangerang menabrak sepeda motor yang melintas di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper sekitar pukul 06.30 WIB. Pengendara sepeda motor, DK (18), seorang siswa SMA, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
KAI Commuter menyebut insiden di lintas Tangerang berdampak terhadap 8 perjalanan Commuter Line yang mengalami keterlambatan hingga 48 menit.
Sementara insiden di lintas Bogor-Jakarta Kota membuat 10 perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan lebih dari satu jam. Dua perjalanan lainnya dibatalkan.
Franoto mengatakan KAI bersama para pemangku kepentingan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keselamatan di sekitar jalur kereta api.
"KAI bersama stakeholder secara kontinyu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tertib dan berperilaku safety baik di perlintasan maupun di jalur KA," ujarnya.
Selain menutup perlintasan liar, KAI Daop 1 juga siap berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
"Kita siap berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang," kata Franoto.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI akan terus berkolaborasi dengan PT KAI untuk mencegah masyarakat maupun kendaraan tertabrak kereta.
Pramono mengatakan Pemprov DKI telah membangun pagar di sejumlah ruas jalur kereta untuk mencegah masyarakat menyeberangi rel secara sembarangan.
Franoto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur rel maupun sekitar jalur kereta api. Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika melewati perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga.
"Tengok kanan-kiri, yakinkan tidak ada KA yang akan melintas, baru boleh lewat," tutupnya.
