Kata Saksi Saat KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Kacau, Darah di Mana-Mana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi KRL Commuterline dan KA Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4/2026). Foto: Instagram/@liputancikarang
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi KRL Commuterline dan KA Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4/2026). Foto: Instagram/@liputancikarang

KA Argo Bromo menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Lokomotif KA itu menabrak menembus ke dalam gerbong wanita yang masih berpenumpang itu.

Seorang saksi, Ilham (25) menggambarkan betapa mencekamnya saat insiden itu baru terjadi pada pukul 21.00 WIB. Ia yang baru saja turun dari kereta lainnya menyebut melihat banyak darah di sekitar kereta yang bertabrakan.

“Jadi gua naik ke atas tangga awal-awal aja udah ada banyak, ada darah banyak darah di situ netes mungkin hasil habis dari evakuasi korban,” ucap Ilham kepada kumparan, Senin (27/4).

Ilham juga melihat banyaknya penumpang yang terjepit di dalam gerbong KRL itu. Ia menyebut sejumlah penumpang diduga tewas. Bahkan, ia melihat seorang wanita dengan tangan yang diduga putus.

“Ada korban jiwanya karena yang paling belakang yang mentok banget masinisnya tuh meninggal katanya,” ujar Ilham.

“Terus ada juga penumpang yang tangannya udah nongol keluar tuh jadi kejepit di dalem dia. Terus ada juga sampe gua liat ibu-ibu tadi yang tangannya sampe, ya terindikasi putus kali tangannya ye, soalnya diperban gua liat diperban bulet gitu dia sama pake kain darurat gitulah, kain selendang gendong bocah,” tutur Ilham.

Evakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline dan KA Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4/2026). Foto: Aurelia Lucretie/kumparan

Ia pun mengatakan situasi sangat kacau saat insiden baru terjadi. Menurutnya, banyak keluarga korban datang meminta pertanggungjawaban.

“Pokoknya kacau deh bener-bener itu keretanya mati sampe terus akhirnya banyak warga juga yang dateng kesono kan, bantuin nolong. Terus ada juga keluarga-keluarga korban yang dari jauh-jauh tuh sekeluarga dateng pake mobil, pake motor,” jelas Ilham.

“Warga mungkin keluarga dari korban kali ya dia mungkin semacam nuntut gini lah ‘Ini gimana nih ininya nih? Ini bukan bencana biasa nih, bisa di...’, mungkin namanya dia panik ‘Bencana nasional nih! Orang bener-bener keadaan bener-bener full panik ini! Tolong! Mana ini yang harus kita salahin?!’ gitu-gitulah,” lanjut Ilham.

Adapun kecelakaan ini diketahui bermula dari taksi menabrak KRL di sebidang dekat stasiun yang mengarah ke Bulak Kapal. Akibat taksi menabrak itu, KRL terhenti dan ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo.