Kejar Target 2 Juta Penumpang per Hari, Ini Rencana KAI Benahi KRL Jabodetabek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Dirut KAI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Dirut KAI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengatakan KAI menyiapkan peningkatan kapasitas sarana dan prasarana KRL Jabodetabek untuk mengangkut hingga 2 juta penumpang per hari.

Saat ini, rata-rata jumlah penumpang KRL Jabodetabek mencapai 1,1 juta orang per hari, termasuk akhir pekan. Adapun jumlah penumpang pada periode puncak mencapai 1,3 juta orang per hari.

“Pada saat ini, itu rata-rata 1,1 juta penumpang per harinya termasuk dengan weekend, dengan puncak penumpang itu 1,3 juta penumpang per hari. Nah, dengan demikian kita siapkan prasarana yang ada di Jabodetabek KRL ini itu menuju ke 2 juta penumpang per harinya,” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).

Bobby menjelaskan, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui sejumlah pekerjaan prasarana. Salah satunya peningkatan kapasitas Green Line menuju Rangkasbitung dengan menambah lima gardu traksi dan meningkatkan sembilan gardu lainnya pada 2026.

Dengan peningkatan tersebut, pada semester I 2027 jalur Green Line ditargetkan dapat dilayani rangkaian SF12. Saat ini, jalur tersebut masih menggunakan kombinasi rangkaian SF8 dan SF10.

“Sehingga nanti di semester 1 2027, jalur Green Line ini itu akan bisa dilewati oleh SF12 semua. Artinya itu peningkatan 50% daripada saat ini kita masih memakainya SF8 dan SF10,” ujarnya.

Selain itu, KAI akan melakukan rekayasa pada jalur Bogor dengan mengakhiri perjalanan Nambo Line di Stasiun Citayam. Langkah tersebut disebut akan menambah 22 slot perjalanan ke arah Bogor dan meningkatkan kapasitas Bogor Line lebih dari 30%.

Sejumlah penumpang antre menuju peron kereta rel listrik (KRL) rute green line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Elektrifikasi Diperpanjang

Bobby mengatakan, peningkatan kapasitas juga dilakukan dengan memperpanjang elektrifikasi atau LAA pada sejumlah jalur KRL.

Pada Bekasi Line, elektrifikasi yang saat ini mencapai Cikarang akan diperpanjang hingga Cikampek. Perpanjangan tersebut mencapai sekitar 42 kilometer.

“Untuk Bekasi Line itu kita extend, Pak. Dari sekarang itu kita extend sampai Cikampek, itu ada sekitar 42 kilo lagi ke sana-nya,” kata Bobby.

Sementara itu, pada jalur selatan, elektrifikasi yang saat ini mencapai Bogor akan diperpanjang hingga Cigombong atau kawasan Lido.

“Untuk Bogor Line, itu kita extend yang sekarang sampai Bogor itu sampai Cigombong. Sampai Lido gitu ya, sampai dengan kawasan Lido,” ujarnya.

Bobby menyebut pekerjaan perpanjangan tersebut ditargetkan selesai pada 2028, sebelum 2029.

“Ya, 2028 harusnya sudah selesai,” kata Bobby saat ditanya Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mengenai target penyelesaian.

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Dirut KAI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Selain perpanjangan elektrifikasi, KAI juga akan meningkatkan sistem persinyalan di jalur Rangkasbitung. Dengan peningkatan tersebut, headway yang saat ini sekitar 10-15 menit ditargetkan dapat dipangkas menjadi 4-5 menit.

Peningkatan kelistrikan juga memungkinkan seluruh perjalanan di jalur tersebut menggunakan rangkaian SF12. Dengan demikian, kapasitas angkut KRL di sejumlah wilayah Jabodetabek dapat ditingkatkan secara bertahap menuju target 2 juta penumpang per hari.

Bobby menegaskan angka 2 juta penumpang tersebut merupakan agregat dari seluruh layanan KRL yang dioperasikan KAI, termasuk Loop Line Tanjung Priok, Rangkasbitung Line, Tangerang Line, Bogor Line dan Bekasi Line.