Kemenkes Temukan WNA Kontak Erat Hantavirus: Hasil Negatif, Masih Dikarantina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi hantavirus. Foto: Lightspring/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hantavirus. Foto: Lightspring/Shutterstock

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengidentifikasi satu warga negara asing (WNA) yang berdomisili di Jakarta sebagai kontak erat kasus Hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius.

Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemantauan dan karantina di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan kasus ini terdeteksi melalui notifikasi resmi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) Inggris.

“Kapal pesiar Hondius ya, yang membawa juga warga negara asing ya, yang berdomisili di Indonesia di Jakarta ya. Dan pada tanggal 7 Mei 2026 pukul 21:55 WIB, International Health Regulation ya National Focal Point di Inggris menotifikasi ke IHR NFP Indonesia, dalam hal ini Ditjen P2 terkait satu orang kontak erat ya, kami singkat KE yang berdomisili di Indonesia,” ungkap Andi dalam konferensi pers daring, Senin (11/5).

“Orang tersebut merupakan kontak erat dari kasus konfirmasi kapal pesiar MV Hondius ya, dan ada kontak dengan kasus kedua ya, yakni perempuan yang meninggal umur 69 tahun ya,” lanjutnya.

Kementerian Kesehatan RI. Foto: Nawal Karimi/Shutterstock

Ia menjelaskan, kontak erat tersebut memiliki riwayat perjalanan yang sama dengan kasus konfirmasi dan sempat berada dalam satu penerbangan serta penginapan di luar negeri.

“Dan yang tadi saya sampaikan turun di Saint Helena kemudian nanti dia meninggalkan Johannesburg ya. Kontak erat ini berada dalam satu penerbangan dengan kasus kedua dari Saint Helena ke Johannesburg Afrika Selatan ya,” jelas Andi.

“Dan ketika turun dari kapal MV Hondius tersebut, mereka tentunya tinggal di hotel dan mereka tinggal juga dalam hotel yang sama karena itu kan kota kecil ya. Jadi kemungkinan hotel tersebut adalah hotel yang memang tersedia di daerah tersebut ya. Dan mereka ya terbang ya ke Johannesburg Afrika Selatan ya bersama,” sambung dia.

Andi menyebut respons cepat dilakukan setelah menerima notifikasi pada malam hari dan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi keesokan paginya.

“Dan pada tanggal 8 Mei pukul 10.00 WIB berdasarkan notifikasi daripada IHR NFP Inggris tersebut, kami Kementerian Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi kepada kontak erat dengan hasil sebagaimana slide berikut. Kami mendapatkan notifikasi pada tanggal 7 Mei malam 21:55 WIB dan kemudian kami melakukan koordinasi dan melakukan penyelidikan epidemiologi pada pagi hari keesokan harinya,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Kemenkes memastikan kontak erat tersebut merupakan seorang WNA laki-laki berusia 60 tahun yang tinggal di Jakarta Pusat dan tidak menunjukkan gejala. Ia mengatakan WNA tersebut negatif dari hantavirus.

“Laki-laki ini adalah warga negara asing umur 60 tahun tinggal di Jakarta Pusat ya. Kemudian gejala tidak ada namun komorbid hipertensi 10 tahun tidak terkontrol dan menggunakan vaping ya,” kata Andi.

Tetapi seperti yang saya sampaikan tadi kita respons cepat ya ini hasilnya yang bagus nih yang kabar baiknya adalah bahwa hasil pemeriksaan ya PCR tersebut itu negatif Hantavirus.”

--Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni.

Ia menegaskan seluruh spesimen yang diperiksa menunjukkan hasil negatif.

“Jadi kami mengambil spesimen ya dari serum, kemudian urine, kemudian saliva, kemudian juga usap tenggorok, kemudian whole blood, darah lengkap, dan kelima spesimen tersebut negatif daripada Hantavirus. Ya sekali lagi kabar baiknya dari orang asing ini bahwa hasil pemeriksaan PCR-nya itu negatif Hantavirus ya,” ungkapnya.

Andi juga memaparkan kronologi perjalanan WNA tersebut sebelum dan sesudah terdeteksi sebagai kontak erat.

“Beliau ya kami sebut dengan ya ini laki-laki ya, umur 60 tahun WNA ini ya, sebelumnya pada tanggal pada bulan Maret tanggal 18 sampai 30 ya melakukan perjalanan ke beberapa tempat di Argentina ya. Kemudian tanggal 31 April ya kontak erat ini tiba di Ushuaia Argentina ya kota di mana kapal cruise ya Hondius tersebut melakukan perjalanan, memulai perjalanan ya,” jelasnya.

Dalam perjalanan tersebut, yang bersangkutan disebut sempat berada satu penginapan dan satu penerbangan dengan kasus lain di Saint Helena, sebelum melanjutkan perjalanan ke beberapa negara hingga kembali ke Indonesia.

“Dan di tengah perjalanan tadi saya sampaikan bahwa pada tanggal 24 KE ini ya turun dari MV Hondius ya dan terdapat kontak di Saint Helena ya satu penginapan tadi saya sampaikan satu hotel dengan kasus dua. Dan dalam perjalanan ke Saint Helena itu menggunakan pesawat yang sama ya ada dua row di situ ya antaranya ya dan itu memang seperti demikian yang juga harus dinotifikasi oleh otoritas yang bertanggung jawab. Dan itu sudah dilakukan oleh notifikasi dari NHP IHR dari Inggris ya,” ungkap Andi.

“Dan kemudian ya dengan pesawat yang bersangkutan ya kontak erat ini melakukan penerbangan ke Johannesburg ya Afrika Selatan dan melanjutkan perjalanannya ke Zimbabwe pada tanggal 26-29 ya. Dan kembali ke Indonesia melalui Qatar ya itu tiba di Indonesia kembali tanggal 30. Dan kami melalui notifikasi dari IHR Inggris dan juga sudah ada pemeriksaan yang kita lakukan ya dan hasilnya negatif ya dan tambahan informasi bahwa KE bekerja sebagai karyawan swasta perusahaan asing di Indonesia,” lanjut dia.

Kemenkes menyebut seluruh proses penanganan dilakukan cepat mulai dari notifikasi hingga karantina di RSPI Sulianti Saroso.

“Dan pada tanggal 9 Mei 2026 pukul 9 sampai 19 Waktu Indonesia Barat kami melakukan penjemputan dan pengantaran kontak erat ke rumah sakit penyakit infeksi Sulianti Saroso untuk pengambilan spesimen dan pemantauan,” kata Andi.

“Kemudian pemantauan dilakukan di Rumah Sakit Sulianti Saroso, penyelidikan epidemiologi lanjutan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso dengan kontak erat ya untuk identifikasi kontak erat pascakedatangan di Indonesia. Kemudian pengambilan spesimen dan pemeriksaan spesimen disampaikan ke BBLK Lab Biokes Jakarta dan hasil negatif ya Hantavirus ya. Dan tanggal 10 sampai dengan sekarang ya pasien masih berada di RSPI Sulianti Saroso dan kita terus melakukan pemantauan dan karantina di Rumah Sakit Sulianti Saroso,” sambungnya.