KKB Berulah Lagi, Kini Sopir Travel Jadi Korban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Evakuasi sopir travel yang ditembak dan dibakar KKB di Nduga, Papua. Foto: KOOPS TNI Habema
zoom-in-whitePerbesar
Evakuasi sopir travel yang ditembak dan dibakar KKB di Nduga, Papua. Foto: KOOPS TNI Habema

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi pembunuhan terhadap warga sipil di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Korbannya adalah seorang sopir travel bernama Aris Sanda, warga perantau asal Toraja, Sulawesi Selatan. Sebelum dieksekusi, korban sempat dipaksa membuat video pernyataan yang mendukung aksi kelompok bersenjata tersebut.

​Setelah dipaksa membuat pernyataan, Aris ditembak mati lalu jasadnya dibakar bersama dengan mobil kendaraan travel miliknya. Korban selama ini dikenal sering membantu mengangkut logistik serta membawa mama-mama Papua yang hendak berjualan ke kota.

​Pasca-kejadian tersebut, pasukan gabungan TNI dari Koops TNI Habema berhasil melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Langkah penanganan keamanan serta pendalaman di lokasi kejadian masih terus dilanjutkan oleh aparat militer setempat.

​Berikut kumparan rangkum:

Evakuasi sopir travel yang ditembak dan dibakar KKB di Nduga, Papua. Foto: Koops TNI HABEMA

​Penembakan dan Pembakaran Sopir Travel oleh KKB

​Aksi keji KKB menimpa Aris Sanda, seorang sopir travel asal Toraja yang merantau di Papua. Kelompok bersenjata tersebut membunuh korban dengan cara menembaknya hingga tewas lalu membakar jasad beserta mobilnya.

​Sebelum mengeksekusi korban, KKB sempat memaksa Aris untuk membuat rekaman video pernyataan yang berisi dukungan terhadap aksi kelompok mereka.

​Penanganan dan pendataan awal terkait penembakan ini terus dilakukan oleh aparat keamanan di lapangan.

​“Anggota kami sudah merespons ke lokasi dan sekitarnya semalam, tetapi belum ditemukan jenazah maupun kendaraannya. Hari ini akan dicoba kembali karena semalam terkendala kabut tebal di lokasi," kata Yusuf kepada kumparan, Rabu (16/9).

​Aparat penegak hukum belum menentukan kelompok mana yang bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut.

​“Terlalu dini untuk memastikan,” ujarnya.

​Kronologi Penghadangan dan Evakuasi Jasad oleh TNI

​Sementara itu, Koops TNI Habema mengonfirmasi telah berhasil mengevakuasi jasad Aris Sanda dari lokasi kejadian di wilayah Nduga.

​Peristiwa bermula saat rombongan kendaraan yang dikemudikan korban dihentikan secara paksa oleh sekelompok orang bersenjata. Para pelaku kemudian memeriksa pengemudi beserta para penumpang. Setelah pemeriksaan selesai, para penumpang diminta balik arah menuju Wamena, sedangkan Aris dibawa oleh kelompok tersebut.

​Wirya menjelaskan Saat itu, rombongan kendaraan dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata. Mereka kemudian memeriksa pengemudi dan penumpang kendaraan. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena. Sementara itu, korban dibawa ke arah kawasan Danau Habema.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Koops TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," kata Wirya.

​Aparat TNI menyampaikan rasa dukacita mendalam atas gugurnya warga sipil yang selama ini berjasa melayani kebutuhan transportasi masyarakat lokal.

​“Kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban. Korban diketahui merupakan pengemudi yang selama ini melayani angkutan logistik dan penumpang masyarakat pada jalur Wamena menuju Mbua,” tutup Wirya.