Komisi X DPR soal Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 T: Idealnya Rp 7-8 T

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai penambahan anggaran riset sebesar Rp 4 triliun yang telah diarahkan Presiden Prabowo Subianto masih belum ideal.

Menurutnya, kebutuhan riset nasional jauh lebih besar sehingga tambahan anggaran yang ideal berada di kisaran Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun, meski tetap harus disesuaikan dengan kondisi fiskal negara.

“Idealnya sekitar 7 sampai 8 triliun. Tetapi lagi-lagi kita melihat kondisi fiskal kita. Kalau 2026 oke lah 4 triliun, tetapi 2027 kami berharap bisa naik, bisa nambah, akan lebih dari 7 sampai 8 triliunlah,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Lalu, kebutuhan anggaran riset memang tidak kecil karena mencakup banyak sektor strategis. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus memastikan hasil penelitian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

“Kalau perhitungan kami belum ideal sebenarnya, karena riset ini tidak sedikit, riset ini juga meliputi banyak sektor, kemudian ya tentu di dalam perencanaannya yang memang harus betul-betul tepat sasaran. Tujuannya juga harus betul-betul sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemerintah. Jangan sampai hasil riset ini hanya sekadar jurnal, hanya sekadar masuk ke perpustakaan, tetapi aplikasinya yang harus kita pikirkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Lalu mengatakan, Komisi X menyambut positif komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat sektor pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

“Ya, kami di Komisi X pertama memandang Sarasehan kemarin adalah langkah positif. Kami memandang bahwa Presiden ingin menyampaikan kepada masyarakat kita, terutama para pimpinan perguruan tinggi, kemudian para guru besar, bahwa beliau memiliki gagasan yang besar untuk keIndonesiaan kita, terutama di bidang pendidikan tinggi, di bidang riset, di bidang inovasi,” tuturnya.

Ia mengatakan Presiden juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan riset. Karena itu, Komisi X mendorong agar peningkatan anggaran tidak berhenti pada tahun ini.

“Beliau menyampaikan komitmen bahwa beliau sangat concern terhadap pengembangan pendidikan, tidak hanya pendidikan dasar-menengah, tetapi juga pendidikan tinggi, termasuk riset. Sehingga Mensesneg juga sudah menyampaikan bahwa riset akan ditambah 4 triliun, itu tahun ini, 2026,” ungkap Lalu.

“Tentu 2027 kami mendorong jangan 4 triliun, tetapi lebih dari 4 triliun. Penting karena mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dibutuhkan inovasi, dibutuhkan penelitian untuk membangun bangsa yang besar ini, seperti Indonesia ini, gitu,” sambung dia.

Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) mengikuti audiensi bersama Pimpinan DPR di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menurut Lalu, potensi perguruan tinggi dan para guru besar di Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Ya, di dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa kita negara yang besar, memiliki SDM yang tidak kalah dengan negara-negara lain. Kita banyak memiliki guru besar yang kemampuannya juga tidak kalah dibanding guru besar dari negara-negara lain. Nah, potensi yang dimiliki hari ini, Presiden menginginkan agar dimanfaatkan maksimal demi pembangunan bangsa kita,” ujar Lalu.

“Tidak hanya pendidikan, termasuk sektor pangan, perikanan, dan sektor-sektor lain dalam rangka menopang dan mendukung percepatan program pemerintah yang sudah tertuang di Asta Cita itu. Presiden ingin menyampaikan kepada seluruh guru besar bahwa beliau ingin memulai dan beliau berharap juga bahwa apa yang dilakukan hari ini, langkah-langkah yang dilakukan, langkah-langkah perbaikan hari ini memang tidak mudah,” tambah dia.

Lalu menambahkan, DPR akan mengawal Satgas yang akan dibentuk pemerintah untuk mempercepat realisasi hasil pertemuan Prabowo dengan guru besar.

“Ya, tentu kami di DPR melalui fungsi pengawasan yang kami miliki, tentu akan melakukan pengawasan terhadap seluruh perencanaan dan program-program, terutama di pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Nah, pengawasan ini akan kami laksanakan ketika program-program ini sudah tidak hanya ketika program ini sudah mulai dilaksanakan, tetapi mulai dari perencanaannya,” ujar Lalu.

“Itu yang akan kami, apakah dari sisi anggaran, kemudian fokusnya ke kelompok mana, ke sektor apa, nah ini yang harus kami diskusikan terlebih dahulu dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tetapi pada prinsipnya, pertemuan kemarin bagi kami di Komisi X itu sangat positif, langkah yang diambil oleh Presiden sangat baik sekali dalam rangka memberikan pemahaman agar satu visi nih, dalam membangun keIndonesiaan ini kita harus satu visi, walaupun berbagai macam kritik, saya rasa kritik itu hal yang lumrah, berbagai macam pendapat, berbagai macam pandangan, keragaman itu harus menjadi satu untuk membangun Indonesia ini,” lanjutnya.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto usai Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Lalu juga mengungkapkan, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan Prabowo ingin memaksimalkan seluruh potensi kampus sebagai pusat riset dan perencanaan pembangunan nasional.

“Ya, tadi beliau menyampaikan bahwa Presiden pada prinsipnya memiliki keinginan yang kuat untuk memanfaatkan seluruh sumber daya yang kita miliki, terutama yang ada di kampus-kampus. Kampus sebagai inkubator di dalam menggerakkan roda dan perencanaan pembangunan,” jelas Lalu.

“Nah, kita memiliki kampus-kampus hebat hari ini, itu yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam rangka mendorong dan mempercepat proses dan perencanaan pembangunan, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Melalui riset-riset tadi, penelitian, dan sebagainya,” pungkas dia.

kumparan post embed

Arahan Prabowo Tambah Anggaran Riset

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk mengkaji penambahan anggaran riset.

Hal itu disampaikannya usai Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6).

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo telah menyampaikan arahan tersebut sebelumnya, yakni penambahan anggaran hingga Rp 4 triliun.

“Loh sudah dong (mengarahkan untuk mengkaji tambah anggaran), kan di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita kan sampai di angka 4 triliun. Nah, setelah itu sudah kemudian kita tindak lanjuti bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, bersama dengan Bappenas dan BRIN yang sekarang dipimpin oleh Prof. Arif Satria, mantan Rektor IPB, untuk menyatukan semua riset kita,” kata Pras.

Ia menjelaskan, pemerintah kini tengah menyatukan berbagai program riset nasional agar berjalan dalam satu arah kebijakan yang sama. Menurutnya, seluruh penelitian nantinya akan mengacu pada satu grand design.