KRL yang Ditabrak KA Berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena Ada Kerumunan
·waktu baca 2 menit

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkap rangkaian kejadian sebelum tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. KRL berhenti di stasiun itu karena adanya kerumunan di depan.
Awalnya, Dudy memaparkan pergerakan sejumlah kereta di lintas Bekasi. Ia menyebut KA Commuter Line 5568A (KRL yang ditabrak KA) sudah tiba lebih awal di Stasiun Bekasi.
“Kereta KA Commuter Line 5568A tiba pukul 20.34, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi,” kata Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).
Pada waktu yang hampir bersamaan, KA Sawunggalih juga tiba di Stasiun Bekasi dalam kondisi terlambat dari jadwal.
“Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35, terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta api Sawunggalih berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang,” ujarnya.
Dudy kemudian menjelaskan perjalanan KA Sawunggalih setelah meninggalkan Stasiun Bekasi.
“Ini adalah ilustrasi grafisnya. Sawunggalih diberangkatkan 20.37 dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” katanya.
Tak lama setelah itu, sebuah taksi listrik dilaporkan mogok di tengah rel perlintasan. Insiden tabrakan kemudian terjadi ketika KRL Commuter Line relasi Cikarang-Jakarta melintas di lokasi tersebut.
“KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut,” katanya.
Usai insiden itu, warga mulai berdatangan dan menimbulkan kerumunan di sekitar lokasi kejadian.
“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” ujar Dudy.
Sementara itu, KRL Commuter Line 5568A yang sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya diberangkatkan dari Stasiun Bekasi. KRL tersebut kemudian tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB dalam kondisi keterlambatan bertambah.
Usai proses naik dan turun penumpang, Dudy menyebut, KRL 5568A sempat bergerak meninggalkan stasiun, namun kemudian berhenti karena adanya kerumunan warga di depan jalur.
“Ini adalah KA KRL 5568A tiba 20.49 di Stasiun Bekasi Timur sudah terlambat 9 menit. Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” ujarnya.
Beberapa menit setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek melintas di jalur yang sama dengan kecepatan tinggi.
“Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam,” kata Dudy.
Tabrakan kemudian terjadi pada pukul 20.52 WIB. Akibat insiden ini, 16 orang yang ada di dalam KRL itu tewas.
