Literasi Digital Ibu-Ibu PKK Karangtalun: Lindungi Data, Cegah Penipuan Online
Tulisan dari Khoirunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TANON — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Khoirunnisa, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Klik Bijak: Edukasi Keamanan Digital untuk Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Karangtalun” di Dusun Kaliaren RT 17, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, pada Minggu (16/08/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan internet serta media digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan “Klik Bijak”, peserta memperoleh edukasi mengenai cara melindungi data pribadi, mengenali phishing dan scam, mengantisipasi penipuan online, menyikapi informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menggunakan media sosial dengan tetap memperhatikan etika. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh yang dekat dengan aktivitas sehari-hari sehingga peserta lebih mudah memahami risiko yang mungkin mereka temui saat menggunakan layanan digital.
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya berpikir sebelum mengeklik, memberikan data, maupun membagikan informasi. Peserta diajak membangun kebiasaan untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi, memeriksa tautan sebelum membukanya, tidak langsung mempercayai pesan yang bersifat mendesak, serta memastikan kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain. Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu peserta lebih siap menghadapi berbagai risiko yang muncul dalam penggunaan teknologi sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan media digital. Peserta dapat mengaitkan materi yang diberikan dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan tingkat pemahaman peserta, sementara beberapa istilah seperti phishing dan scam masih belum familiar bagi sebagian peserta. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri sehingga materi disampaikan secara bertahap dengan menggunakan contoh yang sederhana dan mudah dikenali.
Secara umum, kegiatan “Klik Bijak” memberikan tambahan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga data pribadi, mengenali potensi penipuan digital, serta lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi. Bagi Desa Karangtalun, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi yang mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih cermat dalam memanfaatkan teknologi. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam menerapkan pengetahuan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan digital yang lebih aman di lingkungan masyarakat Desa Karangtalun. Edukasi serupa dapat terus diperkuat melalui kegiatan PKK maupun pertemuan masyarakat dengan materi yang disesuaikan dengan perkembangan risiko di dunia digital. Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga dilakukan dengan kesadaran, kehati-hatian, dan tanggung jawab.

