Kumparan Logo
Konten Media Partner

Maba Politeknik LPP Yogya Dominan dari Luar Daerah, Terbanyak dari Sumatera

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rangkaian PKKMB Politeknik LPP Yogyakarta 2026/2027 yang diikuti 701 mahasiswa baru. Foto: Pandangan Jogja/ Ike Kirana.
zoom-in-whitePerbesar
Rangkaian PKKMB Politeknik LPP Yogyakarta 2026/2027 yang diikuti 701 mahasiswa baru. Foto: Pandangan Jogja/ Ike Kirana.

Lebih dari 95 persen dari 701 mahasiswa baru Politeknik LPP Yogyakarta tahun akademik 2026/2027 berasal dari luar Yogyakarta. Sekitar 65 persen di antaranya berasal dari Sumatra, wilayah yang memiliki banyak kawasan perkebunan.

Wakil Direktur III Politeknik LPP Yogyakarta, Oni Aprianto, mengatakan sebagian besar mahasiswa baru datang ke Yogyakarta sebagai perantau untuk menempuh pendidikan di bidang perkebunan.

“Mereka adalah perantau, gitu ya, datang ke Jogja dengan membawa harapan dan masa depan untuk meraih sukses melalui Politeknik LPP Yogyakarta,” kata Oni, Kamis (24/9).

Rangkaian PKKMB Politeknik LPP Yogyakarta 2026/2027 yang diikuti 701 mahasiswa baru. Foto: Pandangan Jogja/ Ike Kirana.

Politeknik LPP berada di Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan, meski bukan pusat perkebunan. Menurut Oni, posisi tersebut menjadi bagian dari konteks pendidikan yang dijalankan kampus.

“Hanya memang di kita berpusat di Yogyakarta. Meskipun Yogyakarta bukan pusatnya perkebunan, ya, tetapi pusatnya pendidikan,” ujarnya.

instagram embed

Politeknik LPP memiliki sejarah pendidikan perkebunan sejak 1950, ketika lembaga ini masih bernama College Gula Negara (CGN) dan didirikan untuk menyiapkan tenaga ahli di bidang pergulaan. Lembaga tersebut kemudian berkembang menjadi Akademi Gula Negara, Lembaga Pendidikan Perkebunan, hingga Politeknik LPP.

Kampus menyebut Politeknik LPP sebagai perguruan tinggi perkebunan pertama dan tertua di Indonesia. Pendidikan yang diberikan mencakup budidaya tanaman, pengolahan hasil, mesin, teknologi, hingga pengelolaan industri perkebunan.

Pembelajaran dilakukan melalui laboratorium, mini plant, kebun praktik, serta kerja sama dengan perusahaan perkebunan di sejumlah daerah.

Rangkaian PKKMB Politeknik LPP Yogyakarta 2026/2027 yang diikuti 701 mahasiswa baru. Foto: Pandangan Jogja/ Ike Kirana.

Salah satu mahasiswa baru berasal dari Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Alvin Dias Dinata mengatakan pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah ingin dibawa kembali untuk diterapkan di daerah asalnya.

“Saya akan mengajarkan seluruh masyarakat Desa Suka Mulya, ini loh perkebunan kelapa sawit yang modern secara teknologi, pemanfaatan teknologi, pemanfaatan semua kelapa sawit dari atas sampai daun sampai akar,” katanya.

Jumlah mahasiswa baru Politeknik LPP tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun akademik sebelumnya. PKKMB 2025/2026 diikuti 566 mahasiswa baru, sedangkan tahun akademik 2026/2027 mencapai 701 mahasiswa atau bertambah 135 orang.