Konten dari Pengguna

MBG: Investasi untuk Menciptakan SDM Berkualitas demi Indonesia Emas 2045

LUSI ESKA PANDINI

LUSI ESKA PANDINI

Guru IPA disalah satu SMP di kabupaten serang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari LUSI ESKA PANDINI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siswa dan Siswi salah satu SMP di kabupaten Serang, siap menyantap MBG sebagai program strategis pemerintah untuk menguatkan SDM, pada hari Jum'at, 04 September 2026. Sumber foto : Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Siswa dan Siswi salah satu SMP di kabupaten Serang, siap menyantap MBG sebagai program strategis pemerintah untuk menguatkan SDM, pada hari Jum'at, 04 September 2026. Sumber foto : Penulis

Untuk mewujudkan SDM unggul di masa yang akan datang, pemerintah Republik Indonesia, di bawah pemerintahan presiden Prabowo Subianto melaksanakan program MBG atau makan bergizi gratis yang dilatarbelakangi oleh keprihatinan presiden terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang mengalami gizi buruk dan stunting saat beliau melakukan kampanye ke daerah-daerah di Indonesia. Oleh karena itu, MGB menjadi program strategis pemerintah dan menjadi salah satu upaya mencapai asta cita yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia untuk mencapai generasi Indonesia emas di tahun 2045.

MBG diprioritaskan untuk memenuhi gizi anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan gizi seimbang, meningkatkan prestasi akademik siswa dengan berkonsentrasi dan fokus saat belajar, serta memperkuat perekonomian agar petani-petani lokal maupun UMKM dapat menyuplai bahan makanan sehingga membatasi impor.

Dampak positif MBG dirasakan oleh anak-anak sekolah, khususnya di daerah perbatasan yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi. Bagi anak-anak yang kurang mampu, yang biasanya hanya makan seadanya, namun dengan adanya MBG nutrisi harian untuk pertumbuhan mereka terpenuhi mulai dari karbohidrat, protein, lemak, mineral serta vitamin menjadikan tubuh mereka sehat dan kuat, membantu meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah, sehingga belajar menjadi lebih fokus dan berkonsentrasi yang akan berdampak menciptakan siswa-siswa yang cerdas, dan unggul di masa yang akan datang.program MBG juga membentuk karakter hemat, disiplin dan kebersamaan pada siswa.

MBG memenuhi nutrisi harian siswa sehingga mereka menjadi lebih semangat, meningkatkan fokus dan konsentrasi. Foto sumber : Penulis.

Dengan adanya dapur-dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia, tenaga kerja baru dapat terserap untuk mengisi bagian distribusi makanan, membersihkan wadah atau ompreng serta bahan makanan, pengemasan hingga ahli gizi sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Petani, peternak, nelayan lokal juga kini tidak perlu khawatir lagi untuk menjual hasil panen mereka di pasar, karena mereka dapat menjual hasil panennya ke setiap dapur-dapur SPPG. Sehingga dapat memperkuat rantai pasok domestik dan mampu menurunkan impor bahan baku dari luar, serta berkontribusi positif terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) serta kesejahteraan rumah tangga di pedesaan maupun perkotaan.

Solusi perbaikan distribusi MBG

Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai permasalahan, maka pemerintah bersama pihak terkait perlu mengambil langkah strategis dan sistemik. Berikut adalah beberapa solusi komprehensif yang dapat dilakukan untuk membenahi program MBG:

1. Sertifikasi keamanan pangan: Setiap SPPG wajib memiliki sertifikat keamanan pangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan atau BPOM sebelum diizinkan beroperasi.

2. Audit kelayakan bahan baku: untuk menghentikan penggunaan bahan baku berisiko tinggi yang tidak segar atau disimpan dengan cara yang salah. Pengolahan makanan harus mengikuti SOP ketat terkait suhu memasak dan batas waktu konsumsi.

3. Digitalisasi anggaran: Melakukan digitalisasi dan dan transparansi anggaran melalui sistem informasi logistik terintegrasi secara digital untuk mencegah korupsi.

4. Pengawasan partisipatif: Melibatkan orang tua dan komite sekolah dalam dalam distribusi makanan yang diterima.

5. Kemitraan lokal berkelanjutan: memperkuat kerja sama komitmen kerja sama dengan Petani dan UMKM Setempat secara transparan.

Melalui perbaikan tata kelola yang menyeluruh dan pengawasan yang ketat, program MBG diharapkan dapat berjalan dengan baik, bersih dari penyimpangan. Sehingga harapan untuk menguatkan SDM tidak menjadi asa semata.