Mengenal Senjata Houthi Yaman: Rudal Balistik hingga Drone Shahed

Houthi Yaman tengah gencar menyerang Arab Saudi. Beberapa kota di Saudi, seperti Taif hingga ibu kota Riyadh jadi target serangan.
Belakangan, Bandara King Khalid di Riyadh membara. Serangan jatuh di kawasan tersebut hingga menewaskan 12 orang. Serangan-serangan Houthi ini berhasil lolos, dari payung udara yang ada di Saudi.
Sebenarnya, seberapa kuat Houthi, dan senjata apa saja yang mereka miliki?
Berdasar catatan dokumen S/2025/650 dari Panel Ahli Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Yaman, Houthi punya persenjataan mulai dari senapan perseorangan, drone, hingga rudal balistik.
Daftar Senjata Houthi
Rudal balistik Palestine 2
Palestine 2 merupakan rudal balistik yang diklaim Houthi memiliki jangkauan hingga 2.150 kilometer. Kelompok tersebut juga mengeklaim rudal ini menggunakan bahan bakar padat dua tahap, memiliki kemampuan menghindari deteksi, dan dapat bermanuver untuk menghadapi sistem pertahanan udara.
Karakteristik tersebut merupakan klaim yang dipublikasikan Houthi. Angka jangkauan dan kemampuan teknisnya tidak seluruhnya dapat dianggap sebagai hasil verifikasi independen PBB.
Rudal jelajah antikapal Ghadir
Otoritas PBB sempat menyita sejumlah rudal jelajah anti kapal pada Juni 2025. Menurut laporan tersebut, rudal yang ditemukan memiliki karakteristik serupa dengan persenjataan buatan Iran.
Penyitaan itu menjadi bagian dari temuan mengenai pengiriman persenjataan dan komponen militer yang diduga ditujukan untuk Houthi. Laporan tidak menyatakan bahwa seluruh rudal yang disita telah digunakan dalam operasi kelompok tersebut.
Drone Shahed
Nama Shahed juga tercantum dalam laporan mengenai penyitaan kiriman senjata pada Juni 2025. Selain drone, aparat turut menemukan berbagai jenis komponen dan perangkat pendukung sistem nirawak.
Namun dalam laporan, tidak dirinci jumlah drone Shahed yang disita dalam pengiriman itu. Penyebutan Shahed juga tidak cukup untuk menyimpulkan jumlah drone yang siap digunakan Houthi.
Rudal antipesawat portabel Misagh
Laporan PBB turut menyebut rudal pertahanan udara portabel dari seri Misagh dalam kiriman senjata yang disita pada Juni 2025. Sistem semacam ini termasuk kategori man-portable air-defence system (MANPADS), yakni rudal antipesawat yang dapat dibawa dan dioperasikan perseorangan.
Laporan mengidentifikasi kemiripan karakteristik senjata tersebut dengan persenjataan buatan Iran.
Senapan antimatériel AM-50 Sayyad
AM-50 Sayyad merupakan senapan antimatériel yang juga disebut dalam laporan penyitaan Juni 2025. Senjata dalam kategori ini dirancang untuk menyerang material atau sasaran tertentu, bukan hanya personel.
Seperti sistem lain yang ditemukan dalam kiriman tersebut, keberadaan AM-50 Sayyad dalam daftar penyitaan tidak dapat dijadikan bukti bahwa Houthi telah mengoperasikan senjata itu dalam pertempuran.
Rudal antipesawat buatan lokal yang diklaim Houthi
Laporan PBB mencatat klaim Houthi bahwa mereka menggunakan rudal antipesawat buatan lokal untuk menembak jatuh drone MQ-9 milik Amerika Serikat pada 31 Maret 2025.
Rudal jelajah dan rudal antikapal lainnya
Selain Ghadir, laporan PBB membahas kemampuan Houthi dalam pengembangan rudal dan drone serta penyitaan berbagai komponen persenjataan. Sejumlah sistem yang ditampilkan dalam parade militer kelompok tersebut sebelumnya diklaim memiliki jangkauan sekitar 800–2.000 kilometer.
Senjata dan Komponen yang Disita pada 2024–2025
Selain menyebut sejumlah sistem persenjataan, laporan PBB merinci beberapa operasi penyitaan yang mengungkap komponen rudal, drone, dan perlengkapan militer lainnya. Perlengkapan-perlengkapan itu disita PBB saat perjalanan masuk ke Yaman.
Agustus 2024: Sebuah pengiriman komponen rudal dan tabung hidrogen disita.
Oktober 2024: Pasukan Yaman mencegat dua pengiriman yang berisi komponen rudal, senjata, radar, dan peralatan komunikasi.
Januari 2025: Penyitaan di kawasan Bab al-Mandab mengungkap bahan peledak, detonator, serta kabel peledak yang dapat digunakan dalam pembuatan drone, rudal, dan perangkat peledak.
Mei 2025: Mekanisme Verifikasi dan Inspeksi PBB untuk Yaman memeriksa kapal yang menuju Hudaydah di Djibouti. Pemeriksaan menemukan material militer tersembunyi di dua dari empat kontainer yang berasal dari China.
Juni 2025: Pasukan Yaman menyita lebih dari 750 ton amunisi dan perlengkapan militer yang menurut laporan ditujukan untuk Houthi. Muatan itu mencakup rudal jelajah, rudal antikapal, rudal antipesawat, drone, serta berbagai komponen persenjataan.
