Menhub Ungkap Total Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka
·waktu baca 2 menit

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan pembaruan data terkini terkait jumlah korban kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Menhub mengkonfirmasi bahwa total korban terdampak dari tragedi tersebut mencapai 106 penumpang.
"Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan jumlah penumpang, sebagaimana yang kami update di hari sebelumnya, pada hari ini kami juga ingin menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang menjadi korban baik yang meninggal maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang. Kemudian yang meninggal dunia 15 penumpang, dan yang luka-luka 91," ungkap Menhub Dudy saat konferensi pers di stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Menhub menjelaskan bahwa sebagian besar korban luka telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di berbagai rumah sakit rujukan. Puluhan korban bahkan sudah berangsur membaik dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
"Dari 91 penumpang yang luka-luka, 38 penumpang sudah kembali. Nah, harapan kami bahwa sisanya insyaallah mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga," tambahnya.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Insiden ini bermula ketika ada sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang daerah Ampera, Bekasi Timur. Taksi tersebut mengalami permasalahan listrik. Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL arah Jakarta.
Imbas kecelakaan itu membuat satu rangkaian KRL arah Cikarang menjadi terhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL ini yang kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
