Milad ke-109, ‘Aisyiyah Luncurkan 116 Pos Bantuan Hukum Gratis untuk Perempuan
·waktu baca 2 menit

Seratus sembilan tahun bukan usia yang pendek bagi sebuah gerakan. Sebagai organisasi perempuan, 'Aisyiyah memilih merayakannya bukan lewat seremoni semata, melainkan dengan kebijakan yang langsung menyentuh kehidupan kelompok yang mereka ayomi.
Pada resepsi Milad ke-109 yang digelar di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Selasa (19/5), Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah meluncurkan kembali 116 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) gratis di seluruh Indonesia.
Layanan ini diperuntukkan bagi perempuan yang menghadapi masalah hukum tanpa kemampuan mengakses bantuan berbayar.
"Akan kita kukuhkan kembali, kita launching kembali sebagai bentuk layanan kemanusiaan Pimpinan Pusat Aisyiyah kepada perempuan-perempuan yang mempunyai masalah hukum, tanpa dipungut biaya sedikitpun," kata Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam acara tersebut.
Milad ‘Aisyiyah tahun ini mengambil tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian". Peluncuran Posbakum menjadi wujud dari tema ini, sekaligus menegaskan posisi 'Aisyiyah sebagai organisasi yang tak hanya bergerak di panggung, melainkan juga di akar.
"Sejak berdirinya Aisyiyah telah menunjukkan kiprah signifikan dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Aisyiyah tidak hanya menjadi pelopor gerakan sosial berbasis agama, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi sosial di tengah masyarakat," lanjutnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut usia 109 tahun ‘Aisyiyah sebagai bukti kematangan gerakan yang sejak awal mendobrak dua tembok besar, yakni tafsir keagamaan konservatif dan budaya yang menempatkan perempuan hanya di ranah domestik.
“Hari ini miladnya ‘Aisyiyah ke-109 sebagai organisasi perempuan Islam modern pertama di Indonesia yang mendobrak dua hal. Pertama, pandangan agama yang konservatif yang menghalangi perempuan untuk berada dan berperan di ruang publik. Kedua, budaya yang tidak menghendaki perempuan berperan secara publik dan lebih ke domestik,” kata Haedar.
Perayaan ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-35 Unisa Yogyakarta, yang memberikan kado berupa soft launching TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Semesta. Sekolah ini menggunakan standar global yang menyambungkan sejarah Froebel sebagai tokoh pendidikan anak ke embrio taman kanak-kanak Islam Indonesia di masa kini.
Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, berharap 'Aisyiyah terus konsisten menghadirkan manfaat luas.
"Semoga 'Aisyiyah semakin kokoh sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang terus konsisten menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan," harapnya.
