Momen 3 Menlu Barat Berdiskusi di Bawah Payung Hitam
ยทwaktu baca 2 menit

Tiga menteri luar negeri (menlu) dari tiga negara Barat menggelar pertemuan perdana di Inggris. Momen diplomasi ini terbilang unik karena diwarnai dengan berdiskusi di bawah payung hitam di tengah guyuran hujan.
Ketiga menteri luar negeri yang semuanya wanita tersebut adalah Menlu Inggris Yvette Cooper, Menlu Australia Penny Wong, dan Menlu Kanada Anita Anand.
Pertemuan pada Kamis (11/6) ini dilakukan di sela-sela agenda rutin Australia-United Kingdom Ministerial Consultations (AUKMIN). Inggris secara khusus mengundang Kanada untuk membangun kerja sama trilateral yang solid di antara sesama sekutu dekat.
Ketiga menlu ini membahas berbagai isu global di rumah dinas peristirahatan Menlu Inggris di Chevening House, Kent.
Dikutip dari Reuters, pertemuan ini juga menghasilkan "dana perdamaian untuk melengkapi upaya yang lebih luas" menuju solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Masing-masing negara akan menyumbang 1 juta pounds untuk inisiatif tersebut.
Profil 3 Menlu
Adapun profil ketiga menlu dari negara maju Barat ini sebagai berikut:
Yvette Cooper (57 tahun) menjabat sebagai Menlu Inggris sejak September 2025. Politisi senior Partai Buruh yang pernah menjadi Mendagri ini dikenal sangat tegas soal isu dalam negeri maupun luar negeri. Ia mengukir sejarah sebagai wanita pertama di Inggris yang pernah memegang dua jabatan krusial tersebut.
Penny Wong (57 tahun) menjadi Menlu Australia sejak 2022. Diplomat berdarah China yang memiliki akar dari Malaysia ini dinilai sukses memulihkan hubungan diplomatik serta perdagangan Australia dengan China, sekaligus memperkuat kemitraan strategis di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Asia Tenggara.
Anita Anand (59 tahun) menjabat sebagai Menlu Kanada sejak Mei 2025. Ia merupakan perempuan Hindu pertama yang berhasil menjadi anggota parlemen sekaligus menteri kabinet di Kanada. Berlatar belakang pengacara dan akademisi, Anand sebelumnya pernah dipercaya menangani sektor pertahanan serta pengadaan vaksin COVID-19 di negaranya.
