Mu'ti Sebut Pemerintah Tengah Bangun Gerakan Budaya Sekolah Melalui Lagu-Senam
·waktu baca 2 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan pemerintah tengah membangun gerakan budaya sekolah melalui lagu hingga senam sebagai bagian dari program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Menurut Abdul Mu'ti, pembentukan budaya sekolah tidak cukup dilakukan lewat aturan administratif, tetapi harus menjadi gerakan yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Karena gerakan, maka semua orang itu bisa ikut serta. Bukan karena diperintah, tapi menjadi bagian yang terinternalisasi dalam diri semua insan pendidikan,” kata Abdul Mu’ti dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman kepada pemerintah daerah mitra INOVASI Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (2/6).
Ia mengatakan Kemendikdasmen sengaja menghadirkan berbagai program pendukung untuk membangun suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi murid.
Salah satunya melalui program Pagi Ceria yang berisi kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam, dan doa sebelum pembelajaran dimulai.
“Kita ingin semua anak itu belajar bergembira. Sekolah menjadi tempat di mana semua orang merayakan kebersamaan,” ujarnya.
Selain senam, Kemendikdasmen juga membuat lagu “Rukun Sama Teman” untuk mendukung penguatan budaya sekolah aman dan nyaman.
Ia mengaku sempat melihat langsung anak-anak di Teluk Bintuni, Papua, menyambut kedatangannya dengan menyanyikan lagu tersebut berulang kali.
“Dari mulai pintu gerbang disambut tarian-tarian Papua itu, kemudian sampai ke panggung itu anak-anak nyanyi ‘Rukun Sama Teman’ kalau enggak salah empat kali,” ujar dia.
Mu'ti menilai lagu dan senam menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer sosial di sekolah agar murid merasa nyaman, bersemangat, dan memiliki pengalaman belajar yang menggembirakan.
Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan bagian dari kerja sama Kemendikdasmen dengan program INOVASI Phase 3 yang didukung Pemerintah Australia. Program tersebut menekankan pembangunan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman secara fisik, sosial, dan budaya.
