Pilu Remaja Asal Lampung Tertipu Loker Palsu di Pati, Tidur di Emperan Toko

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Polsek Tambakromo mengantarkan Naura ke Terminal Pati untuk kembali ke kampung halamannya di Lampung, Selasa (9/6/2026). Foto: Dok. Polresta Pati
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Polsek Tambakromo mengantarkan Naura ke Terminal Pati untuk kembali ke kampung halamannya di Lampung, Selasa (9/6/2026). Foto: Dok. Polresta Pati

Nasib nahas menimpa Naura Saputri, warga Desa Makarti Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Gadis berusia 14 tahun itu harus hidup terkatung-katung di Kabupaten Pati setelah menjadi korban penipuan lowongan kerja fiktif bermodus gaji besar.

Kapolsek Tambakromo, AKP Mukhlison, mengungkapkan kejadian bermula saat korban terperdaya oleh iming-imingan seseorang yang menjanjikannya pekerjaan di wilayah Pati dengan upah menggiurkan mencapai Rp 5 juta per bulan. Lantaran tergiur, Naura nekat berangkat seorang diri menggunakan uang tabungannya untuk menyeberang pulau menggunakan kapal laut, dilanjutkan dengan bus menuju Bumi Mina Tani.

Sialnya, setibanya di Pati pada Senin (1/6) lalu, sosok yang menjanjikan pekerjaan tersebut mendadak hilang bak ditelan bumi. Saluran komunikasi diputus sepihak dan nomor kontak milik korban langsung diblokir oleh pelaku.

“Asal-muasal dia ini ada yang memberikan janji mau dipekerjakan. Ada yang telepon, komunikasi aktif mau dicarikan kerja di Pati ini dengan gaji satu bulan Rp 5 juta. Namun, ketika sampai Pati (yang menjanjikan kerja) dihubungi tidak bisa, malah diblokir,” kata dia dalam rilisnya, Selasa (9/6).

Mendapati hal itu, Naura yang kebingungan karena tidak punya kenalan maupun keluarga kemudian hidup menggelandang tak tentu arah selama sepekan. Untuk melepas lelah, Naura terpaksa memanfaatkan emperan toko swalayan berjejaring hingga teras masjid sebagai tempat tidur darurat.

“Alhasil, sampai dengan tujuh hari tepatnya mulai tanggal 1 Juni di Pati, lontang-lantung. Jadi adik Naura ini tidur di Indomaret, Alfamart, di masjid selama tujuh hari sampai dengan hari ini, tidak tentu arah,” ungkap Mukhlison.

Beruntung, ada warga yang melihatnya berjalan sendirian seperti orang linglung di Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, pada Senin (8/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Warga lalu menolongnya dan kemudian membawanya ke Mapolsek Tambakromo.

“Kami segera melakukan pendataan, memberikan perlindungan sementara, memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan, serta berupaya mencari solusi terbaik agar anak tersebut dapat kembali dengan aman ke keluarganya di Lampung,” katanya.

Anggota Polsek Tambakromo mengantarkan Naura ke Terminal Pati untuk kembali ke kampung halamannya di Lampung, Selasa (9/6/2026). Foto: Dok. Polresta Pati

Setelah berhasil melacak keberadaan pihak keluarga di Lampung, pihaknya langsung mengurus kepulangan Naura dan mengantarkannya ke Terminal Pati pada Selasa (9/6). Berkat koordinasi yang baik, Naura dipastikan dapat pulang ke rumahnya tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Untuk dari Pati sampai ke Lampung, bus dan kapal gratis tanpa biaya sama sekali karena kita komunikasikan dengan pengelola tiket dan supir busnya,” terang AKP Mukhlison.

Dia lantas berpesan kepada semua warga untuk tidak mudah tergoda dengan ajakan orang yang tidak dikenal, apalagi harus ke luar daerah. Dia khawatir warga yang tertipu mendapat nasib buruk.

“Nasihat untuk semuanya, jangan tergoda, jangan terpancing, jangan mau dirayu oleh orang yang tidak dikenal, apalagi sampai ke luar daerah. Ini masih selamat Dek Naura, tujuh hari di Pati. Tidak tahu kalau yang lainnya, misalkan, mohon maaf mungkin dirampok atau diapa-apakan,” tuntasnya.