Polda Metro Imbau Warga Tak Beraktivitas Sendirian Malam Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat memberikan keterangan pers mengenai kasus curas di wilayah Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat memberikan keterangan pers mengenai kasus curas di wilayah Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari menyusul meningkatnya kasus kejahatan jalanan atau begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, meminta masyarakat tidak melakukan perjalanan malam seorang diri untuk menghindari risiko terkena begal.

“Kami mengimbau kepada masyarakat warga Jakarta untuk selalu waspada di jalan, terutama pada malam hari, dan upayakan setiap perjalanan di malam hari untuk tidak bepergian sendiri atau mengajak rekannya,” kata Iman dalam jumpa pers tindakan kasus Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5).

“Sehingga bisa meminimalkan potensi korban ini bisa hilang karena ada kawan di dalam perjalanannya,” tambahnya.

Iman juga meminta masyarakat segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan ke kantor kepolisian terdekat, pos keamanan lingkungan (poskamling), maupun melalui layanan darurat 110 yang beroperasi selama 24 jam.

“Segera laporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada kantor-kantor kepolisian terdekat atau poskamling yang sudah aktivasi, maupun memanfaatkan keberadaan hotline 110 layanan 24 jam dari Polda Metro Jaya,” katanya.

Ingatkan Warga Bijak Bermedia Sosial

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) didampingi jajaran terkait menyampaikan paparan saat pengungkapan kasus kejahatan jalanan (curat, curanmor, dan curas) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Selain kewaspadaan di lapangan, Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Polisi menemukan sejumlah unggahan terkait lokasi kejadian perkara (TKP) maupun korban kejahatan yang ternyata tidak sesuai fakta.

“Pada beberapa unggahan di media sosial, setelah kami lakukan pengecekan dan klarifikasi, ternyata apa yang diunggah tersebut tidak sesuai dengan faktanya atau tidak benar atau hoaks,” kata Iman.

Menurutnya, unggahan yang tidak sesuai fakta berpotensi menimbulkan keresahan dan rasa takut di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu kami mengajak pihak-pihak yang menggunakan media sosial untuk kepentingan tertentu namun menimbulkan keresahan serta rasa ketakutan di tengah masyarakat agar segera dihentikan. Gunakan media sosial dengan bijak dan beradab,” ujarnya.

Patroli Rutin Terus Dilakukan Tim Gabungan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam jumpa pers mengenai update penanganan pencurian dengan kekerasan (curas) di Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (20/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan penguatan keamanan dilakukan melalui kolaborasi Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya.

Menurut Budi, penguatan dilakukan lewat kolaborasi Sabhara Kamtibmas dengan sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk memperkuat deteksi dini dan ketahanan lingkungan.

“Kehadiran Sabhara Kamtibmas dan siskamling bukan semata-mata seremonial, tetapi merupakan wujud kolaborasi masyarakat bersama Polri dan TNI dalam memperkuat deteksi dini dan memperluas jangkauan informasi kamtibmas,” kata Budi.

Selain itu, patroli rutin juga terus dilakukan secara berjenjang mulai tingkat Polsek dan Koramil hingga Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

“Patroli mulai dari skala kecil Koramil dan Polsek, skala menengah Kodim dan Polres, serta skala besar Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Patroli tersebut difokuskan pada titik rawan kejahatan, termasuk pengaturan lalu lintas dan pemantauan berbasis CCTV bersama Pemprov DKI Jakarta.

Budi menyebut, sepanjang April 2026 tercatat sebanyak 27.915 kegiatan patroli telah dilakukan. Sementara pada Mei, patroli terus berlanjut dengan 6.520 kegiatan pada pekan pertama, 6.751 kegiatan pada pekan kedua, dan 1.551 kegiatan pada pekan ketiga.