Polisi Sebut Palang Pintu Ampera di Bekasi Timur Dibuat Warga Secara Swadaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi taksi online yang terlibat kecelakaan dengan KRL Commuterline di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi taksi online yang terlibat kecelakaan dengan KRL Commuterline di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Sena Pratama/kumparan

Muncul dugaan kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line disebabkan oleh sebuah taksi yang mencoba menerobos perlintasan kereta di Jalan Ampera, Bekasi Timur, pada Senin (27/4).

Pihak kepolisian angkat bicara terkait dugaan tersebut. Menurut Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe belum bisa dipastikan apakah taksi tersebut benar menerobos lintasan atau tidak.

“Ya, kita tidak bisa katakan ini menerobos, karena di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti yang kita lihat di sana,” kata Sandhi pada Selasa (28/4).

“Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, sebagai bentuk kepedulian warga untuk mendukung keselamatan,” sambungnya.

Wujud taksi online yang mogok diperlintasan kereta di dekat Stasiun Bekasi Timur. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sandhi juga memastikan pengemudi taksi tengah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi Kota.

“Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota,” kata Sandhi.

Adapun hingga Selasa siang, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan maut tersebut mencapai 14 orang.

Saat ini, Basarnas telah menyelesaikan operasi SAR terhadap kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Pelaksanaan operasi tersebut berlangsung kurang dari 12 jam.