Polisi Selidiki Dugaan Penyekapan-Eksploitasi Anak di Kasus PRT Loncat di Benhil
·waktu baca 2 menit

Polisi tengah menyelidiki dugaan penyekapan, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) hingga eksploitasi anak, pada kasus 2 pekerja rumah tangga (PRT) yang melompat dari lantai 4 sebuah kos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Penanganannya masih berjalan. Penyidik masih mendalami dugaan tindak pidana yang ada, dengan pasal yang diterapkan antara lain terkait penyekapan, TPPO, dan eksploitasi terhadap anak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat dikonfirmasi kumparan, Senin (27/4).
Dalam proses penyelidikan, polisi telah melakukan sejumlah langkah awal, di antaranya mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian, melakukan visum terhadap korban, hingga autopsi terhadap korban yang meninggal dunia.
“Dilakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban yang selamat,” katanya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengatakan kedua PRT berinisial R (30) dan D (18) diduga loncat dari lantai 4 sebab ingin kabur karena merasa tidak betah.
“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby, Kamis (23/4).
Roby mengatakan rasa tidak betah tersebut karena tidak nyaman dengan perilaku sang majikan. Namun kebenaran informasi ini masih diselidiki oleh polisi.
“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu katanya,” ucap Roby.
Sementara itu, R kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan secara mendalam. Kemudian D meninggal dunia begitu dilarikan ke rumah sakit.
Dua PRT Belum Lama Bekerja
Kedua PRT tersebut diketahui baru bekerja di kos tersebut. R baru bekerja selama seminggu, sementara D baru bekerja selama 3 bulan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, ketika R dan D ditemui tergeletak usai melompat, ditemui sejumlah tas di sekitarnya. Di dalamnya didapati sejumlah pakaian, tapi tidak ditemukan ponsel maupun kartu identitas mereka.
“Bawa tas, pakaian, sepatu. Gak bawa sepatu. Gak tau dia gak pake sepatu atau apa, tapi sepatu di dalam tas,” ujar seorang saksi saat ditemui kumparan, Jumat (24/4).
Adapun rumah kos tempat mereka bekerja merupakan bangunan empat lantai. Lantai atas diperuntukkan majikan dan PRT. Dari lantai empat ini lah, kedua PRT melompat.
