Polisi Temukan Sepucuk Surat di Lokasi Meninggalnya Dokter Icha: Kami Selidiki

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rumah duka dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni. Foto: kumparan

Polisi mengungkapkan adanya temuan sepucuk surat di lokasi meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di rumah orang tuanya di Desa Baumata Barat, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi menyebut, isi maupun keterkaitan surat tersebut dengan kematian korban masih didalami.

Kapolres Kupang AKBP Rudi Junus Jacob Ledo melalui Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randi Hidayat mengatakan, penyelidikan terkait meninggalnya dokter Icha masih terus berlangsung. Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab pasti kematian korban.

"Saat ini Unit Reskrim Polsek Kupang Tengah bersama Polres Kupang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan kronologi kejadian," ujar Randi, Sabtu (27/6).

Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan berbagai fakta dan alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun penyebab meninggalnya dokter muda tersebut.

kumparan post embed

Polisi Dalami Surat yang Ditemukan di TKP

Polisi telah mengamankan sepucuk surat dari lokasi kejadian. Namun, isi surat tersebut maupun kaitannya dengan peristiwa yang terjadi masih dalam proses pendalaman.

"Terkait sepucuk surat yang diamankan pihak kepolisian, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap seluruh bukti-bukti yang ada," jelasnya.

Selain itu, jenazah dokter Icha telah menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.

"Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan," katanya.

Randi menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh di lapangan.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.

"Perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan ke publik setelah seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tandasnya.

kumparan post embed

Dugaan Intimidasi saat Bertugas

Sebelumnya, meninggalnya dokter Icha menjadi perhatian publik setelah pihak keluarga menduga korban mengalami tekanan psikologis usai menangani pasien gigitan ular hijau di RS Leona Kefamenanu.

Keluarga menyebut, dokter Icha sempat didatangi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang memprotes penanganan pasien di ruang IGD. Menurut keluarga, insiden tersebut membuat dokter Icha mengalami depresi berat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (26/6).

Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam keterangan keluarga, yakni Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, telah membantah melakukan intimidasi terhadap dokter Icha.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa tersebut dan belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara dugaan intimidasi, surat yang ditemukan di lokasi kejadian, maupun penyebab pasti kematian dokter Icha.