Pungli-Peredaran Miras di Kalijodo, PMJ Akan Bikin Tak Kembali Jadi Lokasi Rawan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi lintasan skateboard yang berlubang di RTH Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2023). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi lintasan skateboard yang berlubang di RTH Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2023). Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Polda Metro Jaya menindaklanjuti informasi soal dugaan pungutan liar (pungli) dan peredaran minuman keras (miras) di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara. Polisi akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kawasan tersebut tidak kembali menjadi lokasi yang rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya baru menerima informasi terkait kondisi di kawasan Kalijodo.

“Terkait tentang Kalijodo, kita baru mendapat informasi ya, adanya pungli, peredaran miras, dan lain-lain,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Senin (21/9).

Budi menyebut Kalijodo sebelumnya telah disterilkan pada 2016 dan ditata menjadi kawasan yang dapat digunakan masyarakat.

“Kita memang mengetahui bahwa Kalijodo 2016 sudah disterilkan menjadi tempat tidak seperti dulu lagi, tempat adanya transaksi narkoba, minuman keras,” ujarnya.

Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres dan Polsek akan melakukan mitigasi atas informasi tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan kementerian, lembaga, dan stakeholder terkait.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro, Jumat (18/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Kami akan berkoordinasi melalui Polda Metro Jaya, Polres, dan Polsek untuk memitigasi informasi ini. Berkoordinasi dengan beberapa kementerian/lembaga dan seluruh stakeholder terkait tentang adanya pungli, penggunaan lokasi ini dikembalikan ke tempat yang dulu pernah kita sterilisasikan,” tutur Budi.

“Nah, ini akan kami update kepada teman-teman sekalian. Tentunya kita tidak memberi ruang ya, tempat-tempat yang sudah dibuat oleh pemerintah menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga menjadi tempat yang kembali lagi ada potensi gangguan kamtibmas,” sambungnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons video yang memperlihatkan kondisi kawasan Kalijodo yang dinilai kurang terawat. Dalam video tersebut terlihat botol miras dan adanya pungutan Rp 10 ribu.

Pramono meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta serta Satpol PP melakukan penertiban. Dia juga meminta renovasi menyeluruh kawasan Kalijodo.