Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom RI: Era Sekarang Your Words Against My Words

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bakom RI dari Angga Raka Prabowo kepada M.Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bakom RI dari Angga Raka Prabowo kepada M.Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M. Qodari memastikan pihaknya akan menerapkan pola komunikasi yang lebih aktif dan agresif ke depan.

Qodari mengutip pandangan pengamat yang menilai penunjukan dirinya bersama Hasan Nasbi menjadi sinyal pemerintah ingin lebih ofensif di ruang publik.

"Ada pengamat bilang ini kelihatannya Presiden mau ngajak perang karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi, katanya dua-duanya tipe penyerang. Wah, ini ngajak ribut ya," kata Qodari saat berpidato dalam acara serah terima jabatan Kepala Bakom RI dari Angga Raka Prabowo kepada Qodari di Kantor Bakom, Jakarta, Selasa (28/4).

kumparan post embed

Ia menilai sikap agresif dalam komunikasi kadang diperlukan agar ruang publik tetap berimbang.

"Saya langsung komentar, emang maunya situ nyerang-nyerang terus nggak ada yang jawab? Enak aja. Sorry ye," ujarnya sambil tertawa.

kumparan post embed
Muhammad Qodari tengah menjawab pertanyaan pers usai dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Qodari menyebut, pola komunikasi saat ini telah berubah drastis dibanding 10 hingga 20 tahun lalu seiring hadirnya media sosial.

Karena itu, pemerintah tidak bisa hanya bersikap pasif dan perlu aktif menyampaikan narasi tandingan kepada masyarakat. Qodari menyebutnya era ‘Your Words Against My Words’ atau adu omong.

"Ini mungkin era ‘Your Words Against My Words’. Tapi saya percaya dengan niat baik Presiden, program-program yang sudah dilaksanakan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat, mayoritas publik akan mendukung apa yang dikerjakan oleh Presiden Prabowo Subianto," ucap doktor Ilmu Politik dari UGM ini.

kumparan post embed

Qodari tak mempermasalahkan jika pernyataannya nanti ramai diperbincangkan publik.

"Jadi kita harus aktif tapi juga harus agresif. Nanti dikutip rame nih, nggak apa-apa. Your Words Against My Words," pungkasnya.