SBY: Guruh Soekarnoputra Seniman-Budayawan yang Sangat Cinta Indonesia

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang Guruh Soekarnoputra sebagai seniman dan budayawan yang memiliki kecintaan besar terhadap Indonesia.
SBY menyampaikan hal tersebut usai melayat ke rumah duka Guruh, Sabtu (26/9). Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9) dalam usia 73 tahun.
Menurut SBY, Guruh tidak hanya dikenal sebagai putra Presiden pertama RI sekaligus Proklamator Sukarno, tetapi juga sosok seniman yang memberikan kontribusi bagi Indonesia.
“Mas Guruh telah melakukan banyak hal untuk negeri ini, untuk saudara-saudara kita rakyat Indonesia, melalui mahakaryanya di bidang seni,” kata SBY saat ditemui wartawan di rumah duka almarhum Guruh, Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9).
SBY menyebut kecintaan Guruh terhadap Indonesia banyak diekspresikan melalui karya seni, mulai dari lagu, pagelaran seni bersama Swara Maharddhika, hingga lukisan.
“Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guruh kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya. Apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan Swara Mahardhika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau,” ujar SBY.
Selain berkarya di bidang seni dan budaya, Guruh juga pernah menjadi anggota parlemen. SBY menilai, kiprah Guruh sebagai wakil rakyat turut menjadi bagian dari perannya bagi Indonesia.
“Di samping itu, beliau juga menjadi wakil rakyat, anggota parlemen, yang dengan setia, tenang, sabar, mendengarkan percakapan yang ada di negara ini. Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan,” terang SBY.
Pada kesempatan itu, SBY juga mengungkapkan kenangannya bersama Guruh ketika masih menjabat sebagai Presiden RI. Katanya, dia pernah mengundang Guruh ke kantor presiden di Istana Negara untuk berbincang mengenai berbagai hal, khususnya mengenai seni dan budaya.
“Cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau, bukan justru bukan di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat-sangat menarik,” tuturnya.
Hubungan keduanya juga tetap terjalin meski tidak sering bertemu. SBY mengatakan, sekitar dua tahun lalu ia kembali bertemu Guruh dalam sebuah pameran lukisan. Dalam pameran tersebut, SBY dan Guruh sama-sama menyumbangkan lukisan.
“Mas Guruh menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama. Dan corak ataupun aliran dari lukisan kebetulan mirip. Beliau seorang realis-impresionis. Di situlah kami dengan santai berbincang-bincang kembali dengan Mas Guruh,” jelas SBY.
SBY juga mengenang sejumlah karya Guruh yang menurutnya telah dikenal luas masyarakat, di antaranya lagu Kala Sang Surya Tenggelam yang dinyanyikan Chrisye serta Galih dan Ratna.
Karya-karya tersebut, menurut SBY, hanya sebagian kecil dari kontribusi Guruh bagi dunia seni Indonesia.
“Mengenang Guruh Soekarnoputra, mengenang seniman, budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif, dadanya berkobar-kobar apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia,” paparnya.
SBY turut mendoakan agar Guruh mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Hari ini kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh dengan iringan doa semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerimanya dan hidup tenang di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.
