Sederet Masalah Perlintasan Sebidang di Jalur KA

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berjaga saat kereta Commuter Line melintas di dekat palang perlintasan rel kereta api sebidang di kawasan Tebet Timur, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga berjaga saat kereta Commuter Line melintas di dekat palang perlintasan rel kereta api sebidang di kawasan Tebet Timur, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Kecelakaan antara kereta api menabrak KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan diawali adanya taksi listrik yang mogok di tengah perlintasan sebidang. Taksi mogok menyebabkan perjalanan kereta terganggu hingga berakhir pada insiden nahas ini.

Pengamat transportasi, Alvin Lie, mengatakan memang ada sederet catatan terkait keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Salah satu yang disorotnya terkait perlintasan sebidang.

"Yang pertama adalah banyaknya perlintasan sebidang yang tidak ada palangnya," ujar Alvin, Selasa (28/4).

Alvin menjelaskan, perlintasan sebidang tanpa penjaga ini sama saja liar. Biasanya dibuat warga untuk memotong perjalanannya. Jumlah perlintasan liar ini juga tidak sedikit.

"Jumlah perlintasan sebidang yang liar ini jumlahnya ada ribuan. Dan ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak ada pengamanan," ucapnya.

Selain itu, masalah juga sebenarnya terjadi pada perlintasan sebidang resmi. Dia mempersoalkan tidak adanya durasi yang ditentukan saat palang perlintasan menutup.

"Ketika palang diturunkan itu berapa lama sebelum kereta lewat. Ada yang masa tunggunya itu pendek, ada yang masa tunggunya itu lama," jelas dia.

"Dan ini yang memicu pengguna jalan, terutama sepeda motor, kadang mobil juga, yang mencari celah untuk menerobos palang persimpangan itu," sambungnya.

Untuk masalah ini, Alvin menilai, perlu ada standar durasi palang perlintasan kereta akan menutup. Hal tersebut, menurutnya, bakal membuat para pengguna jalan lebih tertib.

Sejumlah pekerja melakukan pemasangan cor beton di perlintasan kereta api sebidang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO

Soal lainnya, Alvin menjelaskan, adalah buruknya kualitas jalan di perlintasan sebidang. Masalah ini sebenarnya sudah sempat dia laporkan ke Ombudsman RI. Namun, para pemangku kepentingan saling lempar tangan.

"Ini yang perlu segera diatasi karena hal serupa ini saya yakin yang menyebabkan kemarin taksi itu juga bisa mogok ketika menyeberang perlintasan sebidang tersebut," tutur dia.

Terakhir, Alvin mengimbau kepada masyarakat untuk lebih disiplin ketika melalui perlintasan sebidang.

"Masyarakat kita itu ketika penyeberangan rel juga tidak disiplin. Bahkan cenderung karena tidak mau antre mengambil sisi kanan jalan yang sebetulnya itu adalah melawan arus. Jadi ketika rel dibuka justru akan terjadi macet, karena eh lalu lintas dari seberangnya juga terhambat," papar dia.

"Ini juga perlu ada eh kedisiplinan di sisi masyarakat pengguna jalan. Dan juga pengawasan yang lebih ketat dari polisi lalu lintas. Harus ada sanksi yang lebih berat lagi bagi yang menyerobot mengambil sisi kanan jalan sehingga menyebabkan terjadi kemacetan pada persimpangan sebidang," lanjutnya.