SNBT 2026: 871.496 Pendaftar, Hanya 29,42% yang Lolos PTN

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi mengumumkan hasil seleksinya pada Senin (25/5/2026) pukul 15.00 WIB. Dari 871.496 peserta yang mendaftar, hanya 256.369 orang yang dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), atau setara 29,42 persen.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menyampaikan angka tersebut dalam konferensi pers pengumuman SNBT 2026.

“Dari pendaftar 871.496 yang diterima itu 256.369 artinya yang diterima 29,42 persen,” ujar Eduart dalam konferensi pers pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Daya tampung total yang disediakan pada SNBT 2026 mencapai 286.864 kursi. Namun dari hasil SNBT, hanya 256.369 yang terisi.

“Jadi yang persentase yang diterima terhadap daya tampung itu 89,37 persen. Artinya akan ada kuota sejumlah lebih hampir 11 persen gitu sekitar 10,6 ya sekitar 10,6 persen itu yang akan dialihkan ke jalur mandiri ya,” kata Eduart.

Konferensi pers pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Rendahnya persentase kelulusan itu kerap menjadi pertanyaan masyarakat. Eduart mengakui pihaknya sering menerima keluhan dari orang tua peserta.

“Ini yang kadang kami menerima dalam ya bisa dikatakan komplain gitu ya dari masyarakat dari orang tua yang menginginkan anaknya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri katanya kok kenapa hanya 30 persen yang diterima dari segitu banyaknya peserta yang ikut kenapa kuotanya yang diterima hanya 29,42 persen,” ujarnya.

Eduart menegaskan, penetapan kuota SNBT di PTN tidak dapat berdasarkan kehendak pimpinan PTN. Penerimaan harus mempertimbangkan kesiapan masing-masing PTN.

“Sekali lagi penentuan kuota di perguruan tinggi negeri itu tidak bisa berdasarkan kehendak dan keinginan semata dari pimpinan perguruan tinggi misalnya tetapi itu memang harus disesuaikan dengan sarana prasarana sumber daya manusia kesiapan sehingga itu bisa menyesuaikan dengan kuota yang kita dapat terima karena kita tidak mungkin menerima kuota tanpa meningkatkan layanan yang harusnya bisa kita berikan,” tegasnya.

Eduart juga menjelaskan, terkait kuota awal dan dan kuota penambahan pada setiap jalur penerimaan.

“SNBP awal misalnya untuk diploma 3 itu adalah 15.758 tetapi yang daftar ulang itu adalah 11.726. Ada kurang lebih 4.000 kuota yang tidak terisi sehingga ketika pelaksanaan SNBT yang kuota awalnya 21.000 maka dia akan berubah menjadi 25.000 karena kuota yang tidak terisi di SNBP itu akan dialihkan ke SNBT,” jelasnya.

“Andaikan nanti di SNBT ada kuota yang tidak terisi maka kuota itu akan dialihkan ke seleksi mandiri. Jadi bukan kita memang menambah-nambahkan yang jalur mandiri tetapi adalah memenuhi kuota awal yang sudah ditetapkan,” lanjutnya.

Peserta bersiap mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Eduart mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti SNBT tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, total peserta UTBK SNBT tercatat 785.058 orang, dan melonjak menjadi 871.496 peserta pada 2026.

“Terjadi peningkatan animo dari anak-anak kita untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru ya, di mana total kalau di tahun 2024 itu melibatkan 785.058 sekolah maka di 2026 itu sudah 871.496 untuk pesertanya, peserta ini 871.496 peserta UTBK SNBT,” kata Eduart.

Dari total peserta, sebanyak 251.991 orang merupakan pendaftar KIP Kuliah. Dari jumlah itu, 86.118 orang dinyatakan lulus seleksi SNBT.

“Dari pendaftar KIP Kuliah 251.991 yang diterima itu 86.118 artinya 33,59 persen yang lulus SNBT dari pendaftar KIP Kuliah ya,” kata Eduart.

Terkait peserta yang lulus namun belum dinyatakan eligible KIP Kuliah, Eduart menegaskan PTN berkomitmen agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.

“Prinsipnya kita tidak ingin anak-anak kita ini menjadi ragu untuk melanjutkan pendidikan tingginya karena masalah faktor ekonomi misalnya dan kita bersama Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi tentu terus berupaya untuk mencari solusi dan jalan keluar dari kondisi ini,” ujarnya.

SNBT 2026 diikuti oleh 146 perguruan tinggi negeri yang mencakup PTN akademik, PTN vokasi, maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Pengumuman hasil seleksi dapat diakses dalam laman resmi dan melalui 45 laman mirror yang telah disiapkan panitia sejak pukul 15.00 WIB. Atau bisa dicek di sini.