Sosok Eks Menhan Ryamizard Ryacudu di Mata Para Tokoh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Jenazah mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, disemayamkan di rumah duka di kawasan Cikeas, Bogor, pada Minggu (31/5).

Sejumlah pelayat yang merupakan tokoh militer serta kolega dari almarhum berdatangan ke lokasi. Mereka mengenang sosok Ryamizard selama hidupnya.

Dudung Abdurachman

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Salah satunya adalah Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Dia menyebut Ryamizard sebagai prajurit sejati yang banyak memberikan teladan bagi generasi penerus TNI.

“Beliau waktu Kepala Staf Angkatan Darat, saya Komandan Batalyon. Beliaulah yang mengarahkan, memimpin pada saat kita melaksanakan operasi darurat militer di Aceh,” kata Dudung kepada wartawan.

Menurut Dudung, Ryamizard merupakan sosok yang konsisten mendorong profesionalisme TNI. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang mengingatkan pentingnya kedekatan prajurit dengan rakyat.

“Beliau juga yang menerapkan tentang bagaimana TNI harus kembali ke barak. Beliau prajurit sejati. Prajurit tulen yang betul-betul prajurit profesional. Prajurit pejuang,” ujarnya.

Dudung mengaku banyak mendapat pelajaran dari Ryamizard saat bertugas di Aceh. Salah satu pesan yang paling diingatnya adalah pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Beliau menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita. Sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusiawi. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang,” tutur Dudung.

Ia mengatakan Ryamizard selalu menekankan pentingnya mencintai rakyat dalam setiap penugasan.

“Yang terkenal di jajaran TNI Angkatan Darat bahwa tidak usah berbicara tentang pembinaan teritorial yang muluk-muluk, hanya satu saja kalimatnya adalah ‘baik-baik dengan rakyat’. Itu beliau yang sering disampaikan,” lanjutnya.

Dudung mengaku rutin menjenguk Ryamizard selama menjalani perawatan karena keduanya memiliki hubungan yang dekat.

“Saya pun merasa kehilangan beliau, dan semasa sakitnya pun saya sering datang ke rumah sakit karena memang sangat dekat dengan beliau,” kata Dudung.

Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengenang sosok Ryamizard sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan besar dan memiliki visi yang kerap dianggap mustahil, tetapi berhasil diwujudkan.

Salah satu pengalaman yang paling diingat Gatot adalah saat penanganan tsunami Aceh 2004.

Menurutnya, Ryamizard saat itu mendorong pembangunan akses jalan yang menghubungkan Banda Aceh hingga Teunom melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Beliau minta harus dilakukan dan akhirnya diambil jalan tengah dengan Pak Endriartono Sutarto. Tapi akhirnya itu sampai dengan batas waktu yang ditentukan tembus dari Banda Aceh sampai ke Teunom,” ujar Gatot.

“Jadi saya katakan beliau itu, yang saya katakan enggak masuk akal karena pikiran saya yang enggak sampai. Jadi beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa diwujudkan,” imbuhnya.

Selain itu, Gatot menilai Ryamizard memiliki kontribusi besar dalam membangun profesionalisme TNI Angkatan Darat, termasuk melalui pembentukan satuan elite Taipur dan Batalyon Raider.

“Beliaulah yang membentuk satuan yang sampai saat ini tidak pernah ada korban gugur di dalam operasi dan selalu berhasil, yaitu Taipur. Kemudian yang membentuk Batalyon Raider, beliau juga yang membentuk,” katanya.

“Jadi kiprah beliau untuk menjadi Angkatan Darat yang profesional, disegani, itu adalah tangan-tangan beliau yang membuat,” lanjut Gatot.

Hadi Tjahjanto

Mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Ucapan duka juga disampaikan mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Ia menyebut Ryamizard sebagai sosok senior yang selalu memberikan nasihat dan semangat kepada para perwira junior.

“Pada malam hari ini, saya betul-betul merasa kehilangan seorang bapak, seorang senior, seorang tokoh yang benar-benar menjadi inspirasi bagi prajurit juniornya seperti saya,” kata Hadi.

Menurut Hadi, meski kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa tahun terakhir, Ryamizard tetap aktif menghadiri berbagai kegiatan dan menjaga komunikasi dengan para juniornya.

“Beliau selalu berpesan tetap semangat untuk membina adik-adik,” ujarnya.

Ade Supandi

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut 2014-2018 Ade Supandi di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi juga mengenang Ryamizard sebagai senior yang selalu mengayomi serta memiliki kemampuan mengelola sektor pertahanan di tengah keterbatasan anggaran.

Ade mengaku salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah dukungan Ryamizard terhadap pengadaan kapal latih KRI Bima Suci sebagai pengganti KRI Dewaruci.

“Dari mulai proses, kemudian steel cutting di Spanyol, sampai dengan peluncuran dan komisioning, beliau selalu memberikan support yang luar biasa,” kata Ade.

Oesman Sapta Odang

Politisi Oesman Sapta Odang di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Di sisi lain, Ketum Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengaku telah mengenal Ryamizard sejak muda di Pontianak, bahkan sebelum almarhum menjadi tentara.

“Saya kenal dari muda. Dari belum jadi tentara. Di Pontianak. Dan waktu muda dia belum jadi tentara sudah pakai baju loreng, sudah bawa senjata, dan memang pemberani,” kata OSO.

OSO menyebut persahabatannya dengan Ryamizard telah terjalin hampir 60 tahun. Menurutnya, Ryamizard merupakan sosok yang setia terhadap sahabat.

“Dia seorang teman yang tidak gampang berteman sama dia, tapi kalau berteman sama dia sangat setia, bersahabat,” ujarnya.

Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menyampaikan belasungkawa. Tito mengaku memiliki kedekatan dengan Ryamizard saat sama-sama bertugas di kabinet sebagai Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan.

“Sama-sama kami pernah bersama-sama di kabinet, saya sebagai Mendagri, beliau sebagai Menteri Pertahanan. Mengenal cukup baik almarhum, baik sebagai senior saya sangat hormat kepada beliau,” kata Tito.

Menurut Tito, Ryamizard bukan hanya figur penting di lingkungan TNI dan pemerintahan, tetapi juga salah satu sesepuh masyarakat Sumatera bagian selatan.

“Beliau salah satu sesepuh Sumatera bagian Selatan, baik Sumsel maupun Lampung. Kebetulan saya dari Palembang, Sumsel, jadi saya sering juga menghadap beliau untuk masalah-masalah bukan hanya tugas tapi juga mengenai urusan-urusan kampung kita,” ujarnya.

Tito pun mendoakan agar seluruh dosa almarhum diampuni dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Dengan wafatnya beliau sekali lagi kami sangat berduka sedalam-dalamnya dan mendoakan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala dosa-dosa almarhum selama di dunia,” ucap Tito.

Ignasius Jonan

Mantan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengenang sosok Ryamizard sebagai orang yang jenaka dan rendah hati. Jonan dan Ryamizard dekat sebagai rekan di kabinet era Jokowi.

"Berdua juga di kabinet yang sama. Jadi, 2014 sampai 2019. Jadi, yang saya ingat sih beliau orangnya sosok yang jenaka. Jenaka dan sangat rendah hati," kata Jonan.

"Dan juga sangat bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan rekan-rekan di kabinet. Dan juga sangat bisa membantu, sangat membantu atau helpful-lah kalau diminta tolong dan sebagainya," sambungnya.

Maruli Simanjuntak

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di rumah duka Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Minggu (31/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga berduka atas berpulangnya Ryamizard. Dia mengaku mengenal almarhum sejak awal mengawali karir di militer.

"Hari ini kita berduka, ada salah satu tokoh bangsa yang meninggalkan kita. Namun, banyak sekali yang beliau sudah tinggalkan bagi kami karena dari sejak saya pama, beliau mulai dari Pangkostrad, KSAD, banyak sekali pembelajaran-pembelaran yang diberikan oleh beliau," tutur Maruli.

"Ya, mudah-mudahan beliau bisa diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan saya yakin hal-hal yang beliau tinggalkan mudah-mudahan bisa kita lanjutkan," sambung dia.

Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu sekitar pukul 14.03 WIB.

Selanjutnya jenazah akan disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kementerian Pertahanan, pada Senin (1/6) pukul 07.30 WIB. Lalu, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, secara militer.