Stasiun Juanda Sempat Dipadati Penumpang, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepadatan penumpang di pintu masuk-keluar Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepadatan penumpang di pintu masuk-keluar Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, dipadati penumpang pada Minggu (20/9) siang. Kepadatan terjadi setelah adanya dua kegiatan di kawasan sekitar Monas dan Masjid Istiqlal.

Pantauan kumparan di lokasi sekitar pukul 13.50 WIB, kepadatan penumpang terlihat di pintu masuk dan keluar Stasiun Juanda. Sejumlah penumpang juga tampak duduk di beberapa titik di area stasiun.

Penumpang yang berada di Stasiun Juanda didominasi keluarga dan sejumlah perempuan yang mengenakan gamis berwarna hitam.

Petugas stasiun juga terlihat menertibkan penumpang agar tidak mengganggu aktivitas pejalan kaki di area stasiun.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, kepadatan di Stasiun Juanda terjadi karena adanya dua kegiatan, yakni kegiatan di Masjid Istiqlal dan TNI Fair di kawasan Monas.

“Kepadatan di Stasiun Juanda hari ini disebabkan adanya 2 kegiatan yaitu kegiatan di Masjid Istiqlal dan kegiatan TNI Fair di Monas,” kata Karina saat dikonfirmasi, Minggu (20/9).

Karina mengatakan, Stasiun Juanda menjadi salah satu stasiun yang mengalami peningkatan volume penumpang karena lokasinya berdekatan dengan dua lokasi kegiatan tersebut.

“Sehingga terdapat peningkatan volume penumpang di Stasiun Juanda yang merupakan stasiun terdekat dengan 2 lokasi kegiatan tersebut,” ujarnya.

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Bogor-Jakarta Kota melintas di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

KAI Commuter mengimbau pengguna mengikuti arahan petugas, baik di stasiun maupun di dalam kereta, serta menjaga kenyamanan bersama.

“Kami mengimbau bagi pengguna untuk senantiasa mengikuti arahan petugas kami baik di Stasiun dan di atas KA, serta menjaga kenyamanan bersama,” kata Karina.

Pengguna juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman di dalam kereta serta memastikan kemasan makanan dan minuman tertutup rapat.

Lebih lanjut, Karina mengatakan KAI Commuter akan memberikan pembaruan terkait operasional perjalanan Commuter Line melalui aplikasi C-Access dan seluruh kanal media sosial KAI Commuter.

Kepadatan penumpang di pintu masuk-keluar Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Penumpang Pilih Menunggu di Stasiun

Salah satu penumpang, Tri, warga Depok, mengaku baru selesai mengikuti kajian dalam rangka peringatan Maulid di Masjid Istiqlal.

Tri bersama temannya, Devi, tiba di lokasi kegiatan sejak pagi. Ia mengatakan kajian yang diikuti dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB.

“Jadi kita itu ikut kajian Ustazah Halimah Alaydrus. Jadi mulai itu jam 7. Jadi kita dari Depoknya jam 5 tuh udah di stasiun,” ujar Tri.

Meski kepadatan tidak terlalu terasa saat berangkat, kondisi berbeda terjadi ketika mereka hendak pulang.

“Tadi waktu berangkat sih enggak terlalu (padat) ya. Cuma kalau sekarang lumayan padat banget,” katanya.

Tri dan Devi kemudian memilih menunggu hingga kondisi stasiun dan kereta lebih lengang sebelum kembali ke Depok.

“Iya mau pulang. Biar enggak padat banget, sambil nungguin teman sih lagi salat,” ujar Tri.

Devi mengaku kondisi di sekitar stasiun cukup padat. Keduanya pun memilih tidak langsung masuk ke kereta.

“Iya. Padat banget. Makanya nungguin,” kata Devi.

Tri mengatakan mereka baru tiba di Stasiun Juanda sekitar pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya sempat mencari tempat makan.

Tri dan Devi penumpang KRL asal Depok saat ditemui di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Penumpang Khawatir Kereta Penuh

Kepadatan Stasiun Juanda juga dirasakan Dwi, warga Cikarang, yang baru selesai mengunjungi TNI Fair di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Dwi datang bersama anaknya sejak pukul 08.00 WIB. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi acara tersebut.

“Baru (kunjungi TNI Fair), baru tahun ini,” ujar Dwi.

Selama berada di TNI Fair, anaknya melihat berbagai perlengkapan militer yang dipamerkan, mulai dari kendaraan hingga helikopter dan kapal perang.

“Banyak, Pak. Ada mobil-mobil tentara gitu, mobil perang, helikopter sama segala macam, kapal, kapal perang, sama amunisi-amunisi,” katanya.

Dwi penumpang KRL asal Cikarang saat ditemui di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Dwi mengaku khawatir dengan kondisi kereta yang kemungkinan padat saat dirinya dan anaknya pulang. Namun, ia mengatakan sang anak tetap senang setelah mengunjungi acara tersebut.

“Ya khawatir (saat kereta penuh), tapi ya anak kan senang,” ujarnya.

Di tengah kepadatan stasiun, Dwi mengatakan hal yang paling ia perhatikan adalah keselamatan anaknya. Ia juga menjaga barang-barang berharga, terutama telepon seluler.

“Ya terutama anak lah, Pak, yang paling penting itu. Terus yang kedua ya barang-barang yang berharga, kayak handphone yang berharga,” kata Dwi.

Kepadatan penumpang di pintu masuk-keluar Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sempat Berlakukan Buka-Tutup Antrean

KAI Commuter melalui akun media sosial Threads menyampaikan adanya pembatasan masuk di Stasiun Juanda akibat kepadatan.

“Rekan Commuters, saat ini terjadi kepadatan pengguna di Stasiun Juanda pada pukul 12.00 WIB, untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama, KAI Commuter memberlakukan sistem buka-tutup antrean bagi pengguna yang akan memasuki area Stasiun Juanda,” tulis @commuterline, dikutip Minggu (20/9).

Namun, hingga berita ini ditulis, pembatasan tersebut telah ditiadakan. Akses masuk dan keluar Stasiun Juanda kembali normal.

Sebagai informasi, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, berada di Jalan Ir. H. Juanda, sekitar 450 meter dari Masjid Istiqlal dan 1,6 kilometer dari kawasan Monas.