Usai Kaca Pecah, BGN Akan Identifikasi Ulang Kondisi Gedung-Panggil Vendor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu kaca Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang pecah di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu kaca Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang pecah di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pengelola Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan mengidentifikasi kondisi kaca gedung setelah insiden pecahnya salah satu panel kaca di Kantor BGN, Jalan Kebon Sirih 1, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/7).

Selain itu, pengelola juga telah memanggil vendor kaca untuk mengukur dan mengganti panel yang pecah.

Building Management, Martin, mengatakan pihaknya selama ini telah melakukan pemeliharaan secara berkala, termasuk mengganti kaca apabila terjadi kerusakan.

“Saya dari building management gedung. (Mengadakan) preventive maintenance, seperti ini mungkin ya ada kaca pecah ya kita segera ganti, gitu,” kata Martin di lokasi, Kamis (9/7).

Terkait potensi bahaya karena kejadian serupa disebut terjadi setiap satu hingga dua tahun sekali, Martin mengakui pihaknya tidak dapat memprediksi kapan kaca akan pecah.

Tim Inafis Polda Metro Jaya mengamati pecahan kaca di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

“Kalau kapan itu kita enggak tahu. Yang jelas, yang sudah terjadi, ya kan, 1 sampai 2 tahun sekali pasti ada yang pecah. Dan itu kita ganti. Jadi bukan karena apa-apa, bukan,” ujarnya.

Martin menjelaskan, sebagai langkah mitigasi, sebagian besar kaca di bagian atas gedung telah dipasangi kaca film agar pecahan kaca tidak langsung jatuh apabila retak atau pecah.

“Tindak pencegahan, ya kan, kita kan enggak tahu kejadian namanya musibah itu siapa yang tahu? Saya pun kerja, pulang kerja belum tahu saya ada musibah apa di jalan, saya enggak tahu. Seperti ini makanya kita adakan selalu, untuk pengamanan, kaca di atas itu kita adakan pakai kaca film,” jelas Martin.

“Jadi kalau pecah itu tidak langsung pecah. Nah kebetulan, di kaca di bawah ini memang belum dikasih kaca film, jadi jatuhnya langsung, itu,” lanjutnya.

Martin pun mengatakan akan memberi kaca film untuk panel kaca di bagian paling bawah.

“Itu nanti kita kasih kaca film,” ucapnya.

Martin juga menjelaskan kejadian kaca pecah sudah pernah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

“Iya, itu ada tahun 2018-2019 sudah mulai pecah ada. Itu ada buktinya itu, yang kaca-kaca film itu dikasih, itu ada,” katanya.

Martin mengaku dirinya baru mengetahui kondisi tersebut karena baru bertugas di gedung itu sejak 2018.

“Kalau yang di bawah ini memang kebetulan belum dikasih kaca film. Itu pun bukannya karena apa ini, memang saya kan di sini baru tahu nih di sini ada kaca film. Karena saya juga di sini tahun 2018 saya baru di sini,” ujarnya.

Martin menambahkan ketebalan kaca yang digunakan di gedung tersebut mencapai 12 milimeter.

“Ah itu 12 mm. 12 mm, ketebalan 12 mm,” katanya.

Untuk penanganan selanjutnya, Martin memastikan pengelola telah memanggil vendor kaca agar panel yang pecah segera diganti.

“Selanjutnya kita sudah panggil vendor kaca. Nanti kita ukur dan segera kita ganti, itu aja sih,” ujar Martin.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum BGN, Naryana, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik gedung apabila ditemukan kerusakan yang perlu diperbaiki.

“Kita kan koordinasi dengan pemilik gedung ya. Nanti kalau memang ini ada yang rusak, ya kan kita komplain dengan pemilik gedung untuk diperbaiki,” ujar Naryana.

Naryana mengatakan pihaknya akan melakukan identifikasi ulang terhadap kondisi gedung dan mengevaluasi langkah pengamanan.

Salah satu kaca Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) yang pecah di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

“Ya nanti coba-coba kita identifikasi kembali. Toh kok tadi misalnya yang kita kasih pengaman kaca film, itu kan bagian dari untuk pengamanan. Kalau memang ini yang membahayakan, ya itu kan nanti kan ada semacam yang lain bisa dilakukan pemeliharaan yang berkaitan,” kata dia.

Naryana juga mengatakan insiden kaca pecah tidak hanya terjadi pada panel kaca yang pecah hari ini.

“Itu yang pojok itu juga pecah. Pecah juga. Pojok itu kaca pecah pun diganti. Jadi enggak hanya ini kok, itu di sana kan pecah. Kanopi pecah juga. Itu sudah lama,” ujarnya.

“Itu sudah dicopot, sudah dicopot. Tadinya retak. Jadi kejadian enggak hanya ini kok, itu di sana juga pecah. Kalau lihat dari pojokan, pecah juga itu, sama,” sambung dia.

Sebelumnya, kaca di kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih 1, Jakarta Pusat, tiba-tiba pecah. Polisi sudah mengecek langsung mengenai insiden itu.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan penyebab pecahnya kaca karena suhu yang membuat kaca memuai.

“Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah,” ucap Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan, Kamis (9/7).

Dia menambahkan, menurut pengelola gedung, kejadian pecah kaca tersebut sudah beberapa kali terjadi.

Saat dikonfirmasi soal kemungkinan adanya penembakan, Reynold membantahnya.

“Bukan,” ucapnya.