Video Drone Rekam Benda Mirip Kapal di Anak Krakatau, Basarnas: Hasilnya Nihil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Benda putih yang terekam drone diduga mirim kapal di sekitar Anak Gunung Krakatau. dok Andrea Ramadhan.
zoom-in-whitePerbesar
Benda putih yang terekam drone diduga mirim kapal di sekitar Anak Gunung Krakatau. dok Andrea Ramadhan.

Rekaman drone memperlihatkan kondisi Gunung Anak Krakatau dari jarak dekat mendadak menjadi sorotan di tengah upaya tim SAR mencari para penumpang kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak sejak 7 September 2026 lalu.

Drone itu direkam oleh Andrea Ramadhan. Dalam unggahannya tersebut, Andrea menunjukkan sesuatu mirip benda yang mencurigakan terlihat di dalam perairan dekat Gunung Anak Krakatau. Ia mengaku dirinya baru mengetahui ada sesuatu dalam videonya usai diberi tahu oleh salah seorang penontonnya.

Andrea mengatakan video drone diambil pada hari Minggu (13/9/2026), tampak sebuah benda di dalam air berwarna putih yang menyerupai sebuah kapal. Namun, gambar yang tidak begitu jelas membuat Andrea turut mempertanyakan penampakan tersebut.

"Apakah itu sebuah kapal terbalik? Saya juga bertanya-tanya," ujarnya.

Menanggapi video tersebut, Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan KN SAR Tetuka langsung bergerak untuk mendekat dan melakukan penyisiran di areal yang dimaksud dalam video tersebut. Sebab, menurutnya, areal tersebut berada di sektor C atau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Menurunkan sekoci, menurunkan sea rider untuk searching dengan informasi yang didapatkan pada tanggal 13 yang beredar di Instagram," kata Al Amrad di posko pencarian di Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa (15/9).

Amrad mengatakan tim SAR turut menerbangkan drone untuk mengecek lokasi yang berada sekitar 500 meter dari Gunung Anak Krakatau. Namun, hasilnya masih nihil dan tidak ditemukan adanya benda yang mencurigakan seperti dalam video tersebut.

"Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikan dengan informasi yang kami dapatkan. Dan setelah mereka melakukan kroscek tentang informasi tersebut, hasilnya nihil," ungkapnya.

Tak hanya itu, disampaikan Al Amrad, dalam proses pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal Arupadhatu 1 di hari kedelapan atau Selasa (15/9/2026), tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran seluas 3.962 nautical miles (NM) dan terbagi ke dalam 5 sektor, mulai dari areal sekitar Gunung Anak Krakatau hingga ke wilayah Lampung, Ujung Kulon, dan Bengkulu.

"Hingga saat ini informasi masih nihil, dan Bengkulu juga melakukan penyisiran di sisi Barat Pulau Enggano dan sampai saat ini masih nihil. Dan hasil e-broadcast yang kita sebarluaskan termasuk ke kapal-kapal, ada beberapa tim juga yang ketemu nelayan di sekitaran Ujung Kulon, itu sampai saat ini masih nihil," ucap Al Amrad.

instagram embed