Viral Sopir Disebut Ugal-ugalan karena Rem Mendadak, Ini Penjelasan TJ

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi transportasi umum Bus Transjakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transportasi umum Bus Transjakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah penumpang dan pengemudi Transjakarta terlibat cekcok. Peristiwa itu disebut terjadi setelah pengemudi melakukan pengereman mendadak hingga sejumlah penumpang terjatuh.

Dalam narasi yang beredar, pengemudi disebut berkendara secara ugal-ugalan. Peristiwa itu terjadi pada bus Transjakarta Koridor 2 rute Monas-Pulogadung pada Jumat (11/9) malam. Pengereman mendadak terjadi di bawah Flyover Senen, sebelum Halte Toyota Rangga.

Setibanya di Halte Toyota Rangga, sejumlah penumpang kemudian turun dari bus. Saat itulah cekcok antara penumpang dan pengemudi terjadi.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat kejadian tersebut.

"Menanggapi video yang beredar mengenai kejadian pengereman mendadak di dalam bus, saat berada di sekitar Halte Senen Toyota Rangga pada Jumat (11/9) malam, Transjakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan,” ujar Ayu saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9).

Bus Transjakarta melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Akan tetapi, Ayu membantah narasi yang menyebut pengemudi berkendara secara ugal-ugalan.

"Bukan ugal-ugalan, pengereman dilakukan karena ada motor yang tiba-tiba potong jalur,” kata Ayu.

Menurut Ayu, pengereman mendadak dilakukan pengemudi karena ada pengendara sepeda motor yang tiba-tiba memotong jalur. Tindakan tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya benturan.

"Transjakarta membantah narasi yang beredar, tentang pramudi ugal-ugalan. Pengereman mendadak dilakukan pramudi sebagai tindakan refleks untuk menghindari benturan dengan pengendara roda dua yang memotong jalur secara tiba-tiba,” jelasnya.

Setelah kejadian, petugas Transjakarta di lapangan langsung mengecek kondisi para pelanggan yang berada di dalam bus. Hasil pengecekan, seluruh pelanggan dinyatakan aman dan tidak mengalami cedera.

"Petugas kami di lapangan langsung melakukan pengecekan kondisi pelanggan. Seluruh pelanggan di dalam armada telah dipastikan aman dan tidak mengalami cedera,” tutur Ayu.

Pihaknya kemudian memeriksa rekaman CCTV bus untuk memastikan kronologi kejadian dan mengecek apakah prosedur keselamatan telah dijalankan oleh pengemudi.

"Kami telah memeriksa rekaman CCTV dan memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai standar. Pramudi sigap melakukan pengereman,” kata Ayu.

"Transjakarta senantiasa berfokus pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pelanggan dalam setiap layanan,” pungkasnya.