Waka BGN soal Insiden Kaca Pecah: Evaluasi Bangunan, Keselamatan yang Utama

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi kantor Badan Gizi Nasional usai kaca jendela pecah, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi kantor Badan Gizi Nasional usai kaca jendela pecah, Kamis (9/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Juru Bicara sekaligus Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan Gedung BGN di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan usai insiden satu panel kaca gedung pecah pada Kamis (9/7).

Evaluasi dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan bangunan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Begitu insiden terjadi, kami langsung melakukan prosedur awal penanganan guna memastikan keselamatan pegawai yang berada di lokasi, mulai dari dokumentasi visual, sterilisasi area sampai pembersihan material tanggap darurat,” kata Arum dalam keterangan tertulis.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIB di area luar lantai dua Gedung Kantor BGN. Saat itu, satu panel kaca bagian luar gedung terlepas dari dudukannya setelah terdengar bunyi pada ring penyangga (bracket support), kemudian jatuh ke area aspal di bawah gedung dan pecah menjadi serpihan.

Arum mengatakan BGN tidak hanya menangani lokasi kejadian, tetapi juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bagian bangunan lain yang memiliki karakteristik serupa.

“Kami juga melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap elemen bangunan yang memiliki karakteristik serupa sebagai langkah mitigasi. BGN juga mengutamakan aspek keselamatan melalui pemeriksaan secara berkala dan tindak lanjut yang diperlukan agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali,” ujarnya.

Menurut Arum, hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan serta memperkuat sistem keselamatan bangunan.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, (7/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Saat ini, BGN masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap panel kaca yang pecah maupun struktur penyangganya.

Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir kejadian serupa telah beberapa kali terjadi. Dugaan sementara, insiden dipicu oleh pemuaian akibat perbedaan suhu antara cuaca panas di luar gedung dan suhu dingin di dalam ruangan.

BGN menyatakan berkomitmen mengutamakan keselamatan seluruh pegawai melalui pemeriksaan bangunan secara berkala, penanganan yang cepat, serta langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Sebelumnya, kaca di kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih 1, Jakarta Pusat, tiba-tiba pecah. Polisi sudah mengecek langsung mengenai insiden itu.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan penyebab pecahnya kaca karena suhu yang membuat kaca memuai.

“Pecahan kaca diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah,” ucap Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan, Kamis (9/7).

Dia menambahkan, menurut pengelola gedung, kejadian pecah kaca tersebut sudah beberapa kali terjadi.

Saat dikonfirmasi soal kemungkinan adanya penembakan, Reynold membantahnya.

“Bukan,” ucapnya.