Konten dari Pengguna

Pendidikan Anak-anak Suku Akit di Pesisir Riau Memprihatinkan

Pena Pesisir

Pena Pesisir

Komunitas Masyarakat Peduli Pesisir

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pena Pesisir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan Anak-anak Suku Akit di Pesisir Riau Memprihatinkan
zoom-in-whitePerbesar

Kondisi pendidikan anak-anak di salah satu wilayah pesisir Indonesia tepatnya di Pulau Bengkalis sangat memprihatinkan. Anak-anak pesisir di Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau ini sepertinya sudah sejak awal tidak memiliki minat yang tinggi dalam menempuh pendidikan.

Pak Dodi (38) warga Desa Teluk Papal memaparkan bahwa anak-anak di sini memang sejak awal memiliki minat yang kurang dalam bersekolah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor lingkungan dan faktor ekonomi.

Masyarakat pesisir Desa Teluk Papal yang dominannya adalah masyarakat Suku Akit ini, paling banyak adalah tamatan sekolah dasar (SD), bahkan banyak juga yang tidak sampai menyelesaikan pendidikan SD.

Padahal, akses ke sekolah SD Negeri 14 Desa Teluk Papal yang sudah cukup layak itu, dari rumah tempat tinggal mereka sudah seluruhnya beraspal. Dengan jarak tempuh hanya sekitar 1,2 KM. Biaya pengeluaran untuk sekolah pun hanya perlengkapan berupa alat tulis dan pakaian, tanpa memikirkan biaya semester.

Saat ini tujuan anak-anak Desa Teluk Papal bersekolah hanya untuk mencari teman bermain tanpa berniat serius dalam menempuh atau menyelesaikan pendidikan mereka. Saat mereka sudah bosan, mereka akan memutuskan untuk berhenti sekolah.

Keinginan untuk ikut melaut menjaring ikan sudah ada di pikiran anak-anak Pesisir Desa Teluk Papal ini. Jika Orangtua mereka mencoba memaksa untuk tetap bersekolah pun mereka tetap tidak mau.

Sebagai orang tua, sebenarnya masyarakat tetap menganggap bahwa pendidikan adalah sesuatu hal penting, namun jika minat atau keinginan dari anak-anak mereka kurang, mereka juga turut pasrah menerima kenyataan bahwa takdir mereka hanyalah menjadi seorang nelayan dan anak-anak mereka yang akan meneruskan profesi ini.

Hal ini yang kemudian menjadi sorotan utama bahwa perlu adanya upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan keinginan anak-anak akan pentingnya pendidikan demi masa depan keluarga dan lingkungan mereka.

Oleh: Yana Bistianita