Konten dari Pengguna

Englishman In Bernabeu

Daniel Simanullang

Daniel Simanullang

Pandit abal2 Sepak Bola , Tarot Reader, Madridista, Pemain DOTA 2 role Support :),

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Daniel Simanullang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sting (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
zoom-in-whitePerbesar
Sting (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)

See me walking down Fifth Avenue

A walking cane here at my side

I take it everywhere I walk

I'm an Englishman in New York

Oh, I'm an alien, I'm a legal alien

I'm an Englishman in New York

Oh, I'm an alien, I'm a legal alien

I'm an Englishman in New York

...................

Saat berbicara mengenai Harry Kane yang diisukan diminati Real Madrid dan juga yang bersangkutan (Kane) tertarik dengan Real Madrid, saya menjadi mengingat lagu Sting di atas dan kenangan-kenangan masa lalu para Englishman di Real Madrid.

Semenanjung Iberia dari dulu adalah tempat yang sulit bagi para Englishman.Dapat dikatakan para pria Inggris yang datang ke Semenanjung Iberia. Englishman bisa saja datang dari Wales, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Inggris sendiri. Namun hal yang menarik untuk dinapaktilasi adalah para pria Inggris dari Inggris sendiri kala berkiprah di Real Madrid.

Bukan tanpa alasan bila tanah Spanyol adalah sebuah tanah yang sulit untuk ditaklukkan para pria Inggris, hal ini terjadi bukan hanya di era penjelajahan pada era Glory, Gold, Gospel, namun dalam ranah sepak bola demikian adanya.

Performa impresif para pria Inggris di klub lamanya sepertinya hilang ketika menjejaki tanah Spanyol (jadi ingat ilmu-ilmu tertentu jika melintasi laut langsung tawar ilmunya). Mungkin jawabannya adalah karakter sepak bola yang berbeda antar dua kompetisi. Inggris dengan pendekatan mengandalkan fisik dan kecepatan, sedangkan Spanyol dengan pendekatan tehnik dan visi bermain.

Harry Kane catatakan brace. (Foto: Reuters/Stringer)
zoom-in-whitePerbesar
Harry Kane catatakan brace. (Foto: Reuters/Stringer)

Melihat hal ini sangat beralasan jika Pep pernah berujar, " Spanyol punya seratus bahkan seribu pemain seperti Jack Wilshare, tetapi karena dia orang Inggris kita tahu apa yang terjadi." Pernyataan ini merujuk pada sikap media Inggris yang terlalu hiperbola akan talenta muda dari tanah Inggris Raya. Hal ini bukan omong kosong belaka, media Inggris adalah media yang sangat berbahaya. Saya pikir mereka adalah penganut paham A lie told once remains a lie but a lie told a thousand times becomes the truth milik mastermind NAZI, Joseph Goebbels.

Mereka cenderung menyampaikan suatu fakta namun ditutupi oleh berbagai asumsi, opini, dan terkadang kepalsuan dengan gaya hiperbola sehingga fakta yang itu menjadi tertutupi dan hanya menjadi sebutir kebenaran seperti apa yang ada dalam mitos, dongeng, sage, legenda ,atau fabel. Hal ini mereka lakukan demi menjangkau oplah penjualan maksimal dan tentu saja menggiring opini publik.

Anda masih ingat bagaimana dengan beraninya salah satu media ternama di Inggris pada tahun 2007 memuat suatu berita dengan tagline "Inilah Tim Masa Depan Inggris di Euro 2016" dengan nama-nama yang saat ini saya rasa Anda sekalian harus menggunakan mesin pencari guna memperjelas siapa mereka itu. Jadi begitulah media Inggris sana.

Englishman In Bernabeu  (2)
zoom-in-whitePerbesar

Kembali ke topik. Hal yang wajar saat ini bila Real Madrid begitu tertarik kepada Kane dan bukan hal yang aneh bila seorang Kane termasuk pria yang menyambut positif tawaran tersebut. Seperti yang salah satu legenda sepak bola katakan,

Semua pemain pada akhirnya memiliki salah satu impian yakni pernah membela Real Madrid atau Barcelona dalam kiprah sepak bolanya.

Bila pernyatan legenda itu kita lihat dengan reaksi seorang Kane itu wajar dan beralasan dalam hal ini kita berbicara mengenai Real Madrid. Reputasi, gelar, uang, pencapaian, sejarah, adalah sedikit dari sekian banyak yang mampu menjadi alasan Kane untuk menyambut tawaran Real Madrid. Namun, kita tahu bahwa Real Madrid bukan rumah yang ramah bagi para Englishman, tidak jarang Real Madrid sebagai jalan kejatuhan seorang Englishman.

Kita bisa membuka arsip kehidupan dari seorang Woodgate dan Owen. Dua nama tersebut kiprahnya di Real Madrid menukik dan menjadi awal kehancuran karier bagi mereka. Cunningham adalah pemain istimewa pada masanya ketika bermain di WBA, musim awal yang impresif tidak diimbangi dengan konsistensi di musim selanjutnya karena cidera.

Beckham pun sebenarnya bukan gemilang amat pencapaiannya ketika berbicara di lapangan sepak bola. Saya sebagai Madridista jujur mengapresiasi kerja keras dan usahanya demi menjawab ekspetasi publik kala ia hadir di Bernabeu sebagai seorang pemain sepak bola (masih ingat kan pada suatu musim ia menjadi seorang deep lying playmaker demi memperjuangkan slot penampilan reguler di tim utama).

Namun, fakta berbicara bahwa Beckham menjadi seorang brand ambasador untuk meningkatkan penjualan kaos, merchandise, atau juga meningkatan nilai tawar Real Madrid bagi para investor.

Jujur saya katakan apa yang dicapai oleh Beckham murni sebagai pesepakbola masih jauh dari pencapaian yang ia lakukan bagi Real Madrid di luar sepak bola.

Namun semua itu tidak pantas diperdebatkan toh sepak bola bukan hanya terjadi hanya 2x45 menit saja di atas rumput.

Englishman In Bernabeu  (3)
zoom-in-whitePerbesar

Bagaimana dengan Englishman bernama McManaman?

Bagi saya, dia adalah Englishman terbaik yang pernah hadir dan menjejakkan kaki di Bernabeu. Dilepas secara cuma-cuma sebagai salah satu bintang di Liverpool, apa yang dicapai oleh Macca di Bernabeu menjadi sebuah parameter khusus bagi para Englishman kelak. Sepuluh gelar official dan tiga gelar pertandingan seremonial adalah sebuah capaian Englishman terbaik yang pernah berkiprah di Bernabeu.

McManaman juga menjadi pemain Inggris yang mengoleksi banyak piala bersama klub nonInggris, selain itu Macca menjadi pesepak bola berkebangsaan Inggris pertama yang dua kali memenangkan trofi Liga Champion dan juga merupakan pemain Inggris pertama yang memenangkan piala Liga Champion bersama klub nonInggris.

Jangan lupakan juga akan kiprahnya dalam laga final liga Champions kala melawan Valencia di tahun 2000. Performa dan goalnya yang cantik menasbihkan kolega akrab Fowler ini menjadi MoTM pada pertandingan yang di helat di Stade de France tersebut.

Legacy yang sangat luar biasa mengingat trend buruk para Englishman di Bernabeu sebelum dan sesudah McManaman hadir.

Jika Harry Kane datang, Harry Kane dan Real Madrid berharap mampu membangun romantisme yang pernah terjadi di Bernabeu bersama Stave McManaman. Jika itu terjadi sebagai mana dengan capaian yang pernah ditorehkan oleh McManaman bahkan jika memungkinkan melampauinya sehingga Kane memiliki legacy tersendiri.

Jika itu terjadi, lagu Sting "Englishman In New York" akan terasa manis.

.....................

.................

......................

Takes more than combat gear to make a man

Takes more than a license for a gun

Confront your enemies, avoid them when you can

A gentleman will walk but never run

If "manners maketh man" as someone said

He's the hero of the day

It takes a man to suffer ignorance and smile

Be yourself no matter what they say

Be yourself no matter what they say

Be yourself no matter what they say

Be yourself no matter what they say (oh, I'm an alien, I'm a legal alien)

Be yourself no matter what they say (I'm an Englishman in New York)

Be yourself no matter what they say (oh, I'm an alien, I'm a legal alien)

Be yourself no matter what they say (I'm an Englishman in New York)

Be yourself no matter what they say (oh, I'm an alien, I'm a legal alien)

Be yourself no matter what they say (I'm an Englishman in New York)

Be yourself no matter what they say (oh, I'm an alien, I'm a legal alien)

Be yourself no matter what they say (I'm an Englishman in New York)

Be yourself no matter what they say

Note: Englishman di sini adalah pemain asli tanah Inggris, tidak termasuk Wales, Scotlandia, dan Irlandia Utara.