Konten dari Pengguna

Mahasiswa dalam Aksi Pengabdian Masyarakat Melalui Edukasi Obat

Novita Wangi Porwati

Novita Wangi Porwati

Mahasiswa Universitas Airlangga

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novita Wangi Porwati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Obat merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam mencegah, mengobati, serta memulihkan kondisi kesehatan masyarakat. Obat digunakan untuk mengatur, memperbaiki, dan memulihkan fungsi fisiologis tubuh, serta menghilangkan gejala penyakit. Namun demikian, pemahaman masyarakat mengenai penggolongan dan bentuk sediaan obat masih sangat terbatas. Kurangnya informasi dan edukasi sering kali menyebabkan kesalahan dalam penggunaannya, seperti mengonsumsi obat yang tidak sesuai dosis, membeli obat keras tanpa resep dokter, atau menyimpan obat di tempat yang tidak semestinya.

Menanggapi permasalahan tersebut, saya, Novita Wangi Porwati, bersama Kelompok 3 GR-2A dari Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengangkat tema “Pengenalan Penggolongan dan Sediaan Obat”. Kegiatan ini dilaksanakan di Perumahan Griya Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, dengan sasaran utama adalah warga setempat, khususnya ibu rumah tangga dan lansia. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat yang tepat, aman, dan sesuai aturan agar dapat meminimalkan risiko kesalahan penggunaan obat dalam praktik sehari-hari.

Gambar 1. Media edukatif penggolongan dan sediaan obat ditunjukkan oleh tim mahasiswa.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Media edukatif penggolongan dan sediaan obat ditunjukkan oleh tim mahasiswa.

Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Project Based Learning (PJBL) dengan pendekatan mixed methods, yakni kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai materi edukasi obat. Setelah itu, dilakukan sesi penyampaian materi yang bersifat interaktif dan komunikatif, didukung dengan media edukatif seperti leaflet, video edukasi, papan obat, dan e-magazine. Peserta kemudian mengikuti post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman setelah penyuluhan berlangsung. Selain itu, dilakukan observasi langsung untuk melihat antusiasme dan partisipasi peserta selama sesi berlangsung.

Materi edukasi mencakup:

  • Golongan obat, seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, narkotika, psikotropika, jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

  • Bentuk sediaan obat, yaitu padat (tablet, kapsul), cair (sirup, tetes), semi padat (salep, krim), gas (inhaler), dan bentuk inovatif seperti patch transdermal dan nanopartikel.

  • Prinsip DAGUSIBU: Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.

Hasil dan Pembahasan

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan lansia. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 53,5 (pre-test) menjadi 97 (post-test), meningkat sebesar 43,5 poin atau 81,3%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan yang digunakan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai penggolongan dan sediaan obat, serta pembagian leaflet sebagai media pendukung. Setelah penyampaian materi, dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab secara langsung antara mahasiswa dan peserta untuk memperdalam pemahaman. Selanjutnya, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan pemahaman. Kegiatan diakhiri dengan pemutaran video edukasi sebagai penguatan materi visual serta kegiatan dokumentasi untuk merekam momen pelaksanaan secara keseluruhan.

Gambar 2. Interaksi mahasiswa dan warga saat sesi penyuluhan berlangsung.

Kesimpulan dan Harapan

Gambar 3. Dokumentasi anggota Kelompok 3 GR-2A setelah pelaksanaan penyuluhan.

Kegiatan penyuluhan mengenai penggolongan dan sediaan obat yang kami selenggarakan selaku mahasiswa Keperawatan Vokasi Universitas Airlangga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Penyampaian materi yang dikemas secara menarik dan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap kritis masyarakat terhadap penggunaan obat secara mandiri. Pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang mendalam bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami permasalahan kesehatan di lapangan, dan menyampaikan edukasi secara tepat sasaran.

Keberhasilan kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat dapat menjadi jembatan yang efektif antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat. Selain berdampak pada peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga turut membentuk hubungan emosional dan sosial antara mahasiswa dan warga, menciptakan suasana edukasi yang partisipatif dan humanis. Harapannya, kegiatan serupa dapat dijadikan sebagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan program kampus lainnya, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Praktik Belajar Lapangan (PBL), sehingga menjangkau lebih banyak komunitas dan memberikan manfaat yang lebih luas. Sinergi antara institusi pendidikan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat perlu terus dibangun demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bijak dalam penggunaan obat.