MUI Sebut Aksi Pendukung Ahok Justru Cederai Kebinekaan

Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah menyoroti massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang rutin menggelar aksi. Ikhsan menilai, aksi tersebut justru mencerai kebinekaan.
Dia menyebut para pendukung Ahok yang melakukan aksi, tidak taat hukum. Sebab aksi dilakukan hingga malam hari dan massa menolak dibubarkan.
"Bagaimana mereka lakukan aksi lilin ke mana-kemana, (terjadi) kekerasan, bahwa unsur gejala ini dapat berpotensi ditumpangi dengan siapapun termasuk ISIS," kata Ikhsan dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya FM di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5).
Baca juga: Rentetan Aksi Pendukung Ahok Sejak 9 Mei
Ikhsan mengatakan, sebagai negara muslim terbesar, Indonesia saat ini menjadi sorotan dunia. Peristiwa penistaan agama yang dilakukan Ahok juga terus dipantau masyarakat global.
"Indonesia punya ciri beda dari negara lain. Ini enggak bisa dilihat dunia lain apalagi Timur Tengah. Di dalamnya ada elemen bangsa minoritas yang dilindungi," katanya.
Baca juga: Pendukung Ahok yang Diamankan Polisi di PT DKI Jadi 8 Orang
Oleh karena itu dia meminta para pendukung Ahok untuk tidak mencederai kebinekaan Indonesia.Dia meminta para pendukung Ahok untuk menghormati niat baik gubernur non aktif DKI Jakarta itu. Sebab selama ini Ahok sudah memberikan contoh baik dengan tak pernah mangkir dari persidangan.
"Hormati juga Pak Ahok, karena kita lihat dia contoh yang baik dalam rangka taat hukum. Jangan lagi para pendukung, penganut, membuat pencitraan buruk," tuturnya.
"Jangan sampai upaya baik ini dibuat oleh pendukungnya menjurus ke radikal," imbuh Ikhsan.
