Sandi Ingin Jakarta Jadi Kota Kedua yang Dirikan Gifted School

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Gifted School Cugenang di Cianjur (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gifted School Cugenang di Cianjur (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Tidak banyak masyarakat yang paham betul dengan gifted children yang meski luar biasa jenius di satu bidang, anak-anak potensial ini justru kerap dianggap bodoh atau nakal karena keunikannya tersebut. Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengaku tertarik mengunjungi Cugenang Gifted School, Cianjur, Jawa Barat, yang merupakan satu-satunya sekolah khusus untuk anak jenius kurang mampu yang ada di Indonesia setelah membaca majalah Forbes.

"Saya melihat Jakarta sebagai ibu kota bisa menjadi tempat kedua yang ada gifted school (di Indonesia). Karena cukup ironis ya di negara-negara lain, Singapore punya dua, Malaysia punya banyak sekali. Di Indonesia hanya ada satu gifted school. Nanti mungkin bisa menjadi inspirasi Jakarta akan kita dirikan juga gifted school," ujar Sandiaga Uno usai menikmati makan siang dan sambutan dari siswa-siswa Cugenang Gifted School, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (23/3).

Ia mengaku sangat tertarik dengan program yang ditawarkan sekolah asuhan Rik Rik Riyana yang mampu mengidentifikasi anak berbakat. Apalagi anak-anak gifted children yang memerlukan penanganan khusus tersebut belum terlalu menjadi perhatian.

"Selama ini mungkin belum bisa terlalu bisa dimengerti oleh sebagian besar masyarakat diberi pendidikan khusus untuk anak-anak berbakat dan dengan perhatian khusus ini mereka bisa menjadi mungkin sebuah solusi bagi masalah yang selama ini tidak terlalu kelihatan di permukaan," ujar Sandi.

Sandiaga mengunjungi Gifted School Cugenang (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga mengunjungi Gifted School Cugenang (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)

Rik Rik Riyana selaku kepala sekolah sempat memberikan penjelasan bahwa sebagian besar dari pelaku terorisme sebenarnya bisa jadi merupakan anak jenius yang kurang mendapatkan perhatian. Sandi juga menekankan, yang jadi masalah adalah populasi anak jenius yang sebesar satu persen namun belum mendapatkan perhatian khusus.

"Anak-anak gifted yang jumlahnya satu persen dari populasi tidak terlalu dimengerti karena mungkin orang tuanya enggak mengerti mereka. (Tahunya mereka) nakal gitu padahal mereka justru anaknya gifted," tambah Sandi.

Ia mengaku akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam menerapkan sistem Gifted School di Jakarta kelak. Sandi juga akan menggandeng organisasi-organisasi yang memang bekerja di bidang tersebut untuk ikut berpartisipasi.

"Karena enggak mudah mengidentifikasi anak-anak gifted ini. Anak-anak berbakat CIBI namanya. Cerdas Istimewa, Berbakat Istimewa," tandas Sandi.