Konten dari Pengguna

Fulan Fehan: Wisata Padang Rumput di Perbatasan Indonesia

Mudhir

Mudhir

ASN Pejabat Imigrasi sebagai Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua Tahun 2025, S2 Magister Manajemen Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jawa Barat tahun 2020

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mudhir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sabana Fulan Fehan (Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Sabana Fulan Fehan (Dokumentasi Pribadi)

Fulan Fehan ialah satu lembah di kaki Gunung Lakaan dengan sabana yang sangat luas.

Sabana ialah suatu padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon yang tumbuh tersebar dan sangat jarang (kumparan.com). Keunikan dari Lembah Fulan Fehan ialah banyak terdapat hewan yang bebas berkeliaran seperti kuda, sapi, dan kerbau; pohon kaktus yang tumbuh subur; dan hamparan padang sabana yang luasnya tak terjangkau oleh mata (id.wikipedia.org). Keunikan tersebut menjadikan Fulan Fehan sebagai destinsi wisata (rri.co.id). Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Belu akan menyelenggarakan Festival Fulan Fehan IV 25-27 Juni 2026 (belukab.go.id).

Fulan Fehan Kabupaten Belu (Domukentasi Pribadi)

Lokasi dari Lembah Fulan Fehan ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kurang lebih sekitar 26 (dua puluh enam) KM (kilo meter) dari Atambua, ibu kota Kabupaten Belu. Kabupaten Belu ialah daerah perbatasan yang dapat ditempuh secara langsung melalui jalur darat dengan negara Timor Leste. Kabupaten Belu memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.