227 WN India Direkrut Jadi Tentara Rusia, 51 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah tentara Rusia berbaris dalam parade peringatan kemenangan Perang Dunia Kedua di Moskow, Rusia, Jumat (9/5/2025). Foto: Host agency RIA Novosti/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tentara Rusia berbaris dalam parade peringatan kemenangan Perang Dunia Kedua di Moskow, Rusia, Jumat (9/5/2025). Foto: Host agency RIA Novosti/Handout via REUTERS

Sedikitnya 51 warga negara India yang direkrut militer Rusia tewas di tengah konflik Rusia vs Ukraina.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Luar Negeri India Vikram Misri awal pekan ini.

Misri mengatakan pemerintah India memiliki informasi mengenai 227 warga negaranya yang telah direkrut ke dalam militer Rusia. Dari jumlah tersebut, 139 orang berhasil dibebaskan dari dinas militer, sementara 51 lainnya tewas.

"Masalah rekrutmen warga negara dan warga kami ke dalam angkatan bersenjata Rusia telah dibahas antara India dan Rusia di berbagai tingkatan dalam beberapa kesempatan," kata Misri, dikutip dari NDTV, Jumat (4/9).

Asap hitam mengepul dari area kilang minyak Gazprom Neft, produsen minyak Rusia, di tenggara Moskow pada Kamis (18/6/2026), akibat serangan Ukraina. Foto: Stringer/AFP

Menurut dia, Kedutaan Besar India di Moskow terus memantau situasi dan berkomunikasi dengan otoritas Rusia untuk mengupayakan pembebasan serta pemulangan warga India yang masih berada di militer Rusia.

"Kami tetap berdiskusi secara aktif dengan pihak Rusia untuk memastikan bahwa setiap kasus yang tersisa dapat diberhentikan secepat mungkin sehingga kami dapat mengembalikan individu-individu ini kepada keluarga mereka sesegera mungkin," kata Misri.

India Minta Rusia Bebaskan Warganya

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengadakan pertemuan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, Senin (1/9/2025). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Menurut NDTV, India telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada Moskow. Pemerintah India meminta Rusia membebaskan warga negaranya yang direkrut ke dalam militer, termasuk mereka yang disebut bekerja sebagai staf pendukung, seperti koki dan asisten.

Kementerian Luar Negeri India juga telah mengimbau warganya agar tidak menerima tawaran pekerjaan luar negeri yang berisiko.

instagram embed

Pada 1 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal meminta masyarakat menjauhi tawaran pekerjaan berisiko yang diduga dibuat oleh individu atau agen tidak bertanggung jawab.

Jaiswal sebelumnya mengatakan upaya pemerintah India telah membuahkan hasil dengan dibebaskannya 139 warga negara India.

Pemerintah masih mengupayakan pembebasan sekitar 24 warga India yang dilaporkan masih berada di angkatan bersenjata Rusia.

Mahkamah Agung India Turut Turun Tangan

Pejuang kelompok tentara bayaran swasta Wagner berjaga di jalan dekat markas besar Distrik Militer Selatan di kota Rostov-on-Don, Rusia, 24 Juni 2023. Foto: Reuters

Persoalan warga India yang bergabung dengan militer Rusia juga telah dibawa ke Mahkamah Agung India.

Mahkamah Agung memerintahkan Pemerintah Pusat menunjuk seorang pejabat penghubung (nodal officer) di Kementerian Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan keluarga warga India yang tewas, hilang, atau terluka saat bertempur dalam perang Rusia-Ukraina.

instagram embed

Panel hakim yang dipimpin Ketua Mahkamah Agung Surya Kant, bersama Hakim Joymalya Bagchi dan V Mohana, tengah menangani permohonan terkait warga India yang diduga direkrut ke dalam militer Rusia setelah ditipu agen perjalanan.

Permohonan tersebut antara lain meminta pemerintah memfasilitasi pemulangan jenazah, memberikan kompensasi kepada keluarga yang terdampak, serta membentuk mekanisme terkoordinasi untuk membantu warga India yang terdampak konflik.

WNI Jadi Tentara Rusia

Perekrutan tentara asing oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina juga menyasar warga negara Indonesia. Terbaru, dinas intelijen Ukraina merilis data yang menyebutkan delapan WNI telah bergabung dengan militer Rusia.