BMKG: Titik Panas di Kalbar 907, Kalteng 671

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Indonesia yang dirilis BMKG, Rabu (2/9/2026). Foto: X/ @InfoHumasBMKG
zoom-in-whitePerbesar
Sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Indonesia yang dirilis BMKG, Rabu (2/9/2026). Foto: X/ @InfoHumasBMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sebaran titik panas dengan kepercayaan tinggi (high confidence) di wilayah Indonesia pada Rabu (2/9).

Berdasarkan pemantauan, Kalimantan Barat mencatatkan titik panas terbanyak, yaitu 907 titik, disusul Kalimantan Tengah sebanyak 671 titik.

Rincian lengkapnya sebagai berikut:

  1. Kalimantan Barat: 907

  2. Kalimantan Selatan: 75

  3. Kalimantan Tengah: 671

  4. Kalimantan Timur: 61

  5. Kalimantan Utara: 27

  6. Gorontalo: 3

  7. Jambi: 4

  8. Jawa Tengah: 2

  9. Jawa Timur: 10

  10. Kepulauan Bangka Belitung: 13

  11. Kepulauan Riau: 1

  12. Lampung: 10

  13. Maluku: 41

  14. Maluku Utara: 6

  15. Nusa Tenggara Barat: 12

  16. Nusa Tenggara Timur: 42

  17. Papua Barat: 10

  18. Papua Barat Daya: 1

  19. Papua Selatan: 13

  20. Sulawesi Selatan: 6

  21. Sulawesi Tengah: 17

  22. Sulawesi Tenggara: 6

  23. Sumatera Selatan: 95

"Sebaran titik panas yang cukup tinggi ini perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Tetap siaga dan hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,โ€ imbau BMKG.

SiPongi Kemenhut RI

Seorang petani setempat menyemprotkan air untuk mencoba memadamkan kebakaran hutan yang membakar perkebunan kelapa sawitnya di Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Sementara, dikutip dari akun Kementerian Kehutanan RI, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 1 September 2026 pukul 21.25 WIB, terdeteksi 1.370 hotspot berkategori high confidence.

"Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi," jelasnya.

Umat Islam berdoa usai melaksanakan Shalat Istisqa di pelataran Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO

Ditambahkan juga, hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kebakaran.

Kemenhut juga menjalskan, tim gabungan terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas.

Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak.

"Sebanyak 53 unit armada udara dikerahkan, dengan 19 armada untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), seerta 34 armada lainnya dikerahkan untuk waterbombing," jelas Kemenhut.

Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO